SETUJUKAH POLYGAMI: Antara Aa Gym dan Aa Gum


SETUJUKAH POLYGAMI:

Antara Aa Gym dan Aa Gum

Aa Gym2(CIAMIS/12/2006). Sebelum bulan Desember 2006 habis, Aa Gym berkata: “Sudahlah jangan terus membahas soal poligami, masih banyak masalah yang harus diselesaikan di negeri ini.” 

Nyatanya poligami masih asyik dibicarakan. Setidaknya ketika kami bertemu kolega yang berasal dari Bandung. Lalu berdiskusi, ngobrol seputar itu, dari omongan serius hingga guyonan.

Dari 6 peserta diskusi, lima lelaki dan seorang wanita, bisa ditebak yang lima mendukung poligami yang satu benci poligami. Apapun kesimpulannya, yang pasti obrolan yang diselingi minum air mineral dan makan kue itu, terbilang istimewa sebab kami terdiri dari seorang profesor, seorang doktor, 2 orang S-2, seorang wartawan S-1 dan seorang siswi SMA.

Karena hanya seorang hawa terlebih teman kita itu masih ABG SMA, maka yang lima berada di atas angin. Bayangkan berdikusi yang kadang beradu argumen antara lima lelaki dewasa dengan pendidikan tinggi yang sepaham versus seorang cewek ABG yang keukeuh pateukeuh mengaku kecewa berat sama Aa Gym.Tentu tidak sebanding.

“Ah, borring, ngomongnya soal poligamy mulu! Profesor ke Ciamis dalam rangka kampanye poligamy, ya?,” kata siswi SMA itu.

Sang profesor ketawa-ketawa. Lalu ia berkata: “Itulah salahnya kamu kalau punya idola seorang Aa Gym, begitu Aa punya istri dua langsung kecewa. Coba kalau idolanya Rasulullah, kamu takan kecewa meski Rasul punya istri lebih dari satu.”

“Pokoknya saya kecewa sama Aa Gym…!” jawab siswi SMA itu. Kami tertawa lagi. Duh, enaknya ketika berada dalam kelompok mayoritas dan kuat. Berbeda dengan siswi SMA itu, mungkin di hatinya ngedumel, dasar lelaki, semua sama!

aa gym
Aa Gym (K.H. Abdullah Gymnastiar)

Poligamy Firman Allah

Sobat, soal poligamy sebenarnya enteng. Pertama: Imani itu sebagai ajaran Islam, firman Allah, ada dalam Al-Quran, lalu dicontohkan Rasul. Kedua: agama tidak menyulitkan, kalau mampu nikahlah dengan lebih dari satu wanita kalau tidak, cukup satu. Dan kalaupun satu pun nggak sanggup, ya jangan menikah.Tapi masa lelaki tak mau meniru jejak rasul, minimal menikah dan berkeluarga? Jadi jangan ngejomlo terus.

Kata Allah, nikahlah kamu bila sudah siap. Dan nikahilah wanita yang kamu sukai. Jadi menikahlah dengan wanita yang kamu suka, jangan dengan yang tidak kamu sukai. Jadi wajar pula seorang lelaki selalu ingin memperoleh jodoh seorang wanita yang cantik, baik-baik, muda dan sehat. Sebab itulah sukanya. Jarang lelaki muda mau nikah pada nenek-nenek, atau suami menikah lagi dengan janda 70 tahun. Kawinlah dengan wanita yang kamu suka (cintai). Tapi coba lihat Rasul, ia menikah pertama kali saja dengan janda yang usianya di atas dirinya, jadi Rasul menikah tidak mengejar syahwat belaka. Subhanalloh. 

Hanya yang jadi masalah, fenomenanya ternyata kaum wanita Islam memandang poligami lebih mengedepankan ego kewanitaannya daripada keimanannya. Soal sakit hati, kecewa, sedih, kaget, cemburu, adalah hal yang wajar, jangankan seorang Teh Ninih atau Neng Inot, istri-istri Rasul saja tak jarang dihinggapi rasa cemburu bila rasul dilihatnya memperlakukan istri lainnya berlebih. Apalagi wanita yang hidup jauh dari masa kerasulan? 

Seorang muslimah yang paham ajaran Islam mengatakan poligami adalah firman Allah, saya beriman padanya, dan saya harus ikhlas bila itu menimpa saya. Berat memang untuk ikhlas.Tapi seorang perempuan yang tidak hapal itu ajaran Islam, ia akan menolak dan mengatakan itu penindasan, tidak adil, melanggar HAM, maka ia akan berlindung di balik nilai-nilai kemanusiaan, hak azasi manusia, dan sejenisnya.

Jadi, kita memang suka kebalik, membela yang jelas tidak ada di Quran, namun justru menolak yang justru ada di Quran. Memperdebatkan poligami yang tujuannya menghindari perzinahan, free-sex, sebaliknya menganggap wajar perselingkuhan dan perzinahan. Selingkuh, kumpul kebo, mesum, yang jelas aib, dosa, dianggap bukan hal yang merendahkan harkat martabat wanita, poligami malah dianggap menindas kaum wanita. Jadi sangat keliru dan dosa, bila gara-gara Aa Gym nikah lagi, merasa tertindas, maka keimanan pada Allah, rasul dan Quran jadi berkurang bahkan tidak percaya itu ada di Qur’an. Pengajian Aa Gym pun ditinggalkan. Bahkan dengar suara dan lihat Aa Gym pun jadi sebel. Astagfirullah!

Gumilar dan Aa Gym
Aa Gum (Aa Gumilar)

Membunuh Islam

Tulisan ini pun bila dibaca kaum hawa pasti dinilai subyektif dan tak adil. Pantas yang nulis memang lelaki. Tapi penulis hanya ingin mengajak kita umat Islam jangan sampai karena perdebatan poligami hasilnya hanya membuat Islam terpuruk.

Saya tersentak ketika seorang teman menepuk saya. Ia mengatakan umat Islam terutama kaum wanita yang benci Aa Gym, sebenarnya sedang membunuh agamanya sendiri. Dia menjelaskan, “Bukan tidak mungkin ada pihak di luar Islam yang justru tertawa-tawa melihat umat Islam membenci Kyainya lalu ogah dengar ceramahnya. Artinya ia mulai menutup mata dan hatinya dari ajaran Islam. Dan kalau syiar Islam padam, Islam pun makin redup dan lemah. Betapa bodohnya umat Islam itu!”

Tapi saya optimis, ke depan bila Aa Gym mampu membuktikan dirinya menjadi suami yang baik bagi istri-istrinya, maka popularitas dirinya takan redup. Ia justru akan membalikkan nada sinis, keraguan, kebencian menjadi pujian, kemuliaan, suri tauladan. Aa dan kehidupan berpoligaminya akan menjadi contoh yang baik. Bukan berarti menjadi mudah kaum lelaki untuk berpoligami karena kesuksesan Aa berpoligami, justru menjadi keyakinan bila tujuannya baik, sangup, tercukupi syaratnya, niat karena rido Allah, diizinkan dengan ikhlas oleh istri, poligami adalah solusi yang terbaik dari Allah agar tidak terjadi perselingkuhan dan perzinahan.

Aa Gym harus membuktikan bahwa poligami bukan perbuatan penindasan pada kaum perempuan dan pelakunya tidak pantas dicemoohkan atau dibenci. Jadi bukan tidak mungkin ke depan mereka yang selingkuh benar-benar jadi sampah, sebaliknya mereka yang poligami jadi makin mulia. Akan makin banyak pula muslimah soleha yang lebih ikhlas dimadu daripada diselingkuhi suaminya. Maka saya pun malah minder bila tidak berpoligami. Tapi karena saya bukan Aa Gym saya tidak mampu untuk melakukannya. Saya hanya Aa Gum, bukan Aa Gym. Wassalam.***


Melayani Hypnotherapi, Hypnotis Training, dan Ruqyah Syar’iyyah Hubungi: Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 58640EF8, atau https://drgumilar.wordpress.com/2014/01/15/hypnosis-shot-indonesia/ *** 

Komentar ditutup.