PERSYARATAN DASAR HYPNOTHERAPI DI HYPNOSIS SHOT-INDONESIA…..!


Hypnosis SHOT-Indonesia:

“PERSYARATAN DASAR HYPNOTHERAPI DI HYPNOSIS SHOT-INDONESIA…..!”

(CIAMIS,29/06/2014). Berikut adalah diantaranya  aturan yang harus diperhatikan sebelum melakukan hypnotherapi di Hypnosis SHOT-Indonesia (melakukan Spiritual HypnOtivation Therapy) terhadap pasien.
 
Iwan D. Gunawan (President of Indonesia School Hypnosis & Hypnotherapi) dan Gumilar (Owner of Hypnosis SHOT-Indonesia) dan Nikko (Trainer ISHH)

Iwan D. Gunawan (President of Indonesia School Hypnosis & Hypnotherapi (ISHH) ) dan Gumilar (Owner of Hypnosis SHOT-Indonesia) dan Nikko (Trainer ISHH)

Aturan yang harus diperhatikan sebelum melakukan hypnotherapi di Hypnosis SHOT-Indonesia (melakukan Spiritual HypnOtivation Therapy) terhadap pasien.

a) Pasien Memiliki Pemahaman yang Benar tentang Hypnosis

Pasien harus mengerti dulu apa yang di maksud dengan hypnosis sebenarnya, hal ini sangat penting, untuk masuk ke langkah selanjutnya yaitu proses therapi, sebagian besar proses therapy gagal dikarenakan pasien sudah punya persepsi yang aneh tentang hipnosis seperti ilmu hitam, sesat, gendam, penipuan, perampokan, dll.  padahal definisi yang sebenarnya adalah, hypnosis merupakan keadaan alamiah manusia, dimana gelombang otak yang dominan adalah alfa, theta, contohnya adalah saat kita menonton televisi, itu adalah yang dominan gelombang otak alfa itulah kenapa orang berlomba-lomba memasang iklan di televisi, untuk acara yang punya ratting tinggi.

b) Pasien Harus Bersedia di Hypnosis

Artinya meskipun pasien punya pemahaman yang benar tentang hipnosis, tapi dia tidak bersedia untuk di ‘therapy’ dijamin sugesti tidak akan bisa masuk, dikarenakan filter mental yang bernama ‘RAS’ di otaknya masih aktif.

c) Harus Mengetahui Tipe Sugestibilitas Pasien

Seorang hipnotherapist harus mengetahui tipe sugestibilitas pasien, sugestibilitas artinya adalah cara seseorang menerima dan menerjemahkan informasi yang masuk, ada dua tipe sugestibilitas yang dominan yaitu tipe ‘physical’ dan ‘emosional’, tipe sugestibilitas ini dipengaruhi oleh cara lingkungan(orang tua, masyarakat) mendidik kita.

d) Sugesti yang Membahayakan Pasien, Pasti Akan Ditolak

Apapun sugesti yang anda berikan kepada pasien, dia akan melalui proses penyaringan terlebih dahulu, jika bertentangan dengan nilai-nilai hidup, keyakinan, dan ajaran agama yang dianutnya, maka ‘otomatis’ sugesti ini tidak akan masuk, itulah bedanya antara gendam dengan hipnotis, gendam menggunakan jin, dan hipnotis menggunakan kesadaran pasien dan sugesti tidak bertentangan dengan nilai hidupnya.

e) Sugesti Efektif Apabila Sebelum Therapy Berdoa Menyerahkan Diri Kepada Sang Pencipta (Allah SWT) atau Sesuai Agama dan Kepercayaan Masing-Masing

Sebelum therapy hendaknya berdoa memohon kepada Allah SWT agar dilindungi dari gangguan Jin/Setan/dan sejenisnya, kesembuhan hanya karena Izin-Nya. Hanya kepada Allah SWT yang kita maksud untuk mendapatkan ridho, mahabbah dan ma’rifat-Nya.

f) Sugesti Efektif Saat Pasien Berada pada Kondisi Trance yang Dalam

Sugesti efektif diberikan saat gelombang otak berada pada kisaran ‘alfa’, ‘theta’, idealnya adalah kondisi ‘profound somnambulism’ atau ‘deep trance’, kondisi ini bisa diukur dengan menggunakan alat pengukur gelombang otak namanya Ellectroensephalogram (EEG) yang menangkap aktifitas listrik di otak, atau menggunakan BRAINWAVE.

g)  Memahami Komunikasi

Hipnotis adalah penanaman pengertian yang dibentuk melalui komunikasi verbal dan non verbal. Jika seseorang memiliki gangguan panca indera (misal: gangguan pendengaran), maka sulit untuk menerima proses hipnotis. Demikian juga jika kata-kata kalimat dari Hypnotist tidak dipahami oleh Subyek, maka Subyek akan sulit untuk memasuki kondisi hipnotis.

h)  Memiliki Kemampuan untuk Fokus

Salah satu faktor penting yang dapat mempermudah pembukaan filter pikiran bawah sadar adalah fokus. Oleh karena itu bagi Subyek yang memiliki kesulitan serius dalam fokus, sulit untuk dipandu memasuki kondisi hipnotis.

 Dari penjelasan di atas, dapat dipahami dengan jelas bahwa hipnotis membutuhkan kerjasama yang baik antara Subyek dengan Hypnotist. Bahkan dapat dikatakan bahwa Subyek memegang peranan utama, oleh karena itulah disebut sebagai “Subyek”.

Hypnotherapi adalah ilmu yang tidak bisa dipelajari sehari-semalam, standarnya adalah 100 jam pertemuan. dan disertai dengan ilmu psikologi yang cukup memadai, bahkan sekarang di salah satu universitas di Indonesia sudah diajarkan mata kuliah hypnotherapi dengan standar 4 SKS [6 bulan].***


Melayani Hypnotherapi, Hypnotis Training, Ruqyah Syar’iyyah & Konsultan Usaha Hubungi: Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 58640EF8***

Komentar ditutup.