REHABILITASI MENTAL REMAJA PONPES NURUL FIRDAUS MELALUI SUASANA MENYENANGKAN


REHABILITASI MENTAL REMAJA PONPES NURUL FIRDAUS MELALUI SUASANA MENYENANGKAN

Rehabilitasi Mental

Perlombaan Lari Balap Karung Menciptakan Kesenangan Tersendiri

(CIAMIS,23/08/2016). Pondok Pesantren Nurul Firdaus adalah salah satu pesantren yang mengembangkan metode/teknik rehabilitasi mental remaja yang bermasalah. Saat ini kecenderungan jumlah remaja akan semakin meningkat seiring berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi, dan lainnya.

Rehabilitasi mental di Ponpes Nurul firdaus melalui segala tindakan fisik, penyesuaian psikososial dan latihan vokasional sebagai usaha untuk memperoleh fungsi dan penyesuaian diri yang optimal serta mempersiapkan klien secara fisik, mental, sosial dan vokasional untuk suatu kehidupan penuh sesuai dengan kemampuannya.

Rehabilitasi Mental

Lomba Makan Krupuk Membuat Gregetan Penonton dan Pemain Membuat Efek Menyenangkan

Tujuan Rehabilitasi

Maksud & tujuan rehabilitasi mental yang dilakukan Pondok Pesantren Nurul Firdaus dalam psikiatri yaitu mencapai perbaikan fisik dan mental sebesar-besarnya, penyaluran dalam pekerjaan dengan kapasitas maksimal dan penyesuaian diri dalam hubungan perseorangan dan sosial sehingga bisa berfungsi sebagai anggota masyarakat yang mandiri dan berguna .

Rehabilitasi Mental

Lomba Memukul Air yang Digantung dengan Mata Tertutup Melatih Insting dan Menimbulkan Efek Menyenangkan

Tahapan Rehabilitasi:

Upaya Rehabilitasi Mental di Ponpes Nurul Firdaus dilaksanakan terdiri dari 3 tahap yaitu;

Tahap persiapan:

  1. Orientasi. Selama fase orientasi klien akan memerlukan dan mencari bimbingan seorang yang professional. Perawat menolong klien untuk mengenali dan memahami masalahnya dan menentukan apa yang diperlukannya.
  2. Identifikasi. Petugas rehab mengidentifikasi dan mengkaji perasaan klien serta membantu klien seiring penyakit yang ia rasakan sebagai sebuah pengalaman dan memberi orientasi positif akan perasaan dan kepribadiannya serta memberi kebutuhan yang diperlukan.

Tahap pelaksanaan

Petugas rehab melakukan eksploitasi dimana selama fase ini klien menerima secara penuh nilai-nilai yang ditawarkan kepadanya melalui sebuah hubungan (Relationship). Tujuan baru yang akan dicapai melalui usaha personal dapat diproyeksikan, dipindah dari perawat ke klien ketika klien menunda rasa puasnya untuk mencapai bentuk baru dari apa yang dirumuskan.

Tahap pengawasan

Tahap pengawasan perawat melakukan resolusi. Tujuan baru dimunculkan dan secara bertahap tujuan lama dihilangkan. Ini adalah proses dimana klien membebaskan dirinya dari ketergantungan terhadap orang lain..

Rehabilitasi Mental Remaja

Futsal (Sepak Bola) di Lumpur Melatih Stamina Tubuh dan Memberikan Efek Menyenangkan

Jenis Kegiatan Rehabilitasi

Jenis kegiatan rehabilitasi mental menekankan pada 4 (empat) keterampilan penting psikososial (Orientation, Assertion, Accuption & Recreation)  pada klien gangguan jiwa yaitu:

Orientation

Orientation adalah pencapaian tingkat orientasi dan kesadaran terhadap realita yang lebih baik. Orientasi berhubungan dengan pengetahuan dan pemahaman klien terhadap waktu, tempat atau maksud/tujuan, sedangkan kesadaran dapat dikuatkan melalui interaksi dan aktifitas pada semua klien.

Assertion

Assertion yaitu kemampuan mengekspresikan perasaan sendiri dengan tepat. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mendorong klien dalam mengekspresikan diri secara efektif dengan tingkah laku yang dapat diterima masyarakat melalui kelompok pelatihan asertif, kelompok klien dengan kemampuan fungsional yang rendah atau kelompok interaksi klien.

Rehabilitasi Mental Remaja

Menari dan Menyanyi Melalu Latihan Gerakan Kepramukaan Memberikan Efek Menyenangkan

Accuption

Accuption adalah kemampuan klien untuk dapat percaya diri dan berprestasi melalui keterampilan membuat kerajinan tangan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara memberikan aktifitas klien dalam bentuk kegiatan sederhana seperti teka-teki (sebagai aktivitas yang bertujuan) mengembangkan keterampilan fisik seperti menyulam. Membuat bunga, melukis dan meningkatkan manfaat interaksi sosial.

Recreation

Recreation adalah kemampuan menggunakan dan membuat aktifitas yang menyenangkan dan relaksasi. Hal ini memberi kesempatan pada klien untuk mengikuti bermacam reaksi dan membantu klien menerapkan keterampilan yang telah ia pelajari seperti: orientasi asertif, interaksi sosial, ketangkasan fisik. Contoh aktifitas relaksasi seperti permainan kartu, menebak kata dan jalan-jalan, memelihara binatang, memelihara tanaman, sosio-drama, bermain musik dan lain-lain.***


Melayani Hypnotherapi, Hypnotis Training, Ruqyah Syar’iyyah & Konsultan Usaha Hubungi: Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 58640EF8***

Komentar ditutup.