UJIAN ATAU MUSIBAH…?!! RENUNGKAN


UJIAN ATAU MUSIBAH…?!! RENUNGKAN

Fiqri Nurul Firdaus

Kecewa, Sedih, Putus Asa …. Setiap Orang Merasakan/Mengalaminya. Seberapa besar Kemampuan Kita Agar Perasaan itu Pada Garis Normal.

(CIAMIS, 06/09/2016). Ujian, musibah, ….dll akan mendatangi diri setiap manusia pada waktu dan tempat yang tidak bisa diperkirakan. Kesusahan itu ujian. Kesenangan pun ujian. Pandai itu ujian. Kurang pandai pun ujian. Cantik itu ujian. Jodoh pun ujian. Jabatan pun ujian. Tak memiliki jabatan pun ujian. Setiap orang pernah di uji.

Allah SWT berfirman;
“Tiap-tiap yang bernyawa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS Al-Anbiyaa’: 35)

Memang dunia ini adalah medan ujian…kehidupan ini adalah medan perjuangan…Allah SWT berfirman;

Maha suci Allah yang di tangan-Nyalah segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu. Yang menjadikan mati dan hidup,supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun” (QS Al-Mulk : 1-2)

Diantara kita ada yang tidak mampu menghadapi ujian yang diberikan tidak ridho akan ketentuan-Nya.

Jadi, apakah perlu dilakukan jika musibah atau ujian tersebut menimpa diri kita??

gumilar-07-09-2016-054

Jamu Terasa Pahit Saat di Minum, Namun Menjadikan Obat. Musibah, Ujian…Membuat Jiwa Semakin Tegar, Optimis,…dan Semakin Dekat dengan Allah SWT.

Renungan Saat Ditimpa Musibah atau Ujian:

  1.  Yakinlah bahwa ada orang lain juga yang turut diuji. Ada yang diuji dengan kemiskinan. Ada yang diuji dengan harta, jabatan, dan kekuasaan. Ada yang diuji dengan isteri yang berakhlak buruk. Ada wanita yang diuji dengan suami jahat. Ada wanita yang diuji dengan mertua jahat. Ada yang diuji dengan ibunya sendiri dan terlalu banyak jenis ujian yang menimpa diri manusia. Maka sebagaimana manusia-manusia yang lain ditimpa musibah/ujian yang beraneka ragam. Begitu jugalah ujian/musibah yang akan menimpa diri kita.
  2. Sabarlah dengan ujian yang sedang dihadapi. Alhamdulillah kita masih mampu memikulnya. Boleh jadi jika kita diuji dengan ujian yang lain maka anda tidak akan mampu menghadapinya. Yakinlah bahawa tidaklah Allah SWT menguji akan hambanya kecuali dengan ujian yang mampu dihadapi olehnya.
  3.  Terkadang syaitan membisikkan kepada kita bahawa ujian yang kita hadapi sangatlah berat dan tidak mungkin untuk kita pikul. Maka ingatlah bahawa saat ini masih terlalu banyak orang yang diuji dengan ujian yang jauh lebih berat dengan ujian yang sedang kita hadapi.
  4. Bukankah ujian jika dihadapi dengan kesabaran maka akan menghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat??
  5. Bahkan boleh jadi Allah SWT mengkehendaki kita untuk meraih sebuah tempat yang tinggi di syurga yang tidak mungkin kita perolehi dengan hanya sekadar amalan-amalan soleh kita.
  6. Dengan ujian terkadang kita baru sadar bahwasanya kita ini sangatlah lemah dan selalu butuh kepada Allah Yang Maha Kuasa. Terkadang kita baru mengenal yang namanya khusyu’ dalam sholat…kita baru bisa merasakan kerendahan yang disertai deraian air mata…kita baru bisa merasakan nikmatnya ibadah…tatkala ujian datang…tatkala musibah menerpa.
  7. Ingatlah, dengan ujian atau musibah yang menimpa kita terkadang menghilangkan sifat ujub pada diri kita. Kerana tatkala kita rajin beribadah dan selalu mendapatkan kenikmatan terkadang timbul ujub dalam diri kita dengan merasa bahawa diri kita hebat dan selalu beruntung. Jangan sampai kita salah persepsi dengan menganggap tanda kecintaan Allah SWT kepada seorang hamba adalah tidak ditimpanya hamba tersebut dengan musibah.
  8. Bersangka baiklah kepada Allah, yakinlah bahwa dibalik ujian dan musibah yang menimpa ada kebaikan dan hikmah. Justeru itu, jika ujian tersebut tidak datang dan jika musibah tersebut tidak menimpa maka akan lebih buruk keadaan. Allah SWT berfirman :”Dan boleh jadi kalian membenci sesuatu padahal ia amat baik bagi kalian.” (QS Al-Baqarah : 216)
  9. Bahkan boleh jadi musibah atau ujian yang kita benci tersebut akan mendatangkan banyak kebaikan. Allah SWT berfirman: “Maka mungkin kalian membenci sesuatu padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang banyak.” (QS An-Nisaa : 19)
  10. Ingatlah bahawasanya tidak ada istilah istirahat sepenuhnya dan kegembiraan sepenuhnya kecuali di akhirat kelak. Selama kita masih hidup di dunia ini maka persiapkanlah diri kita dengan ujian yang akan mendatang. Bersabarlah demi meraih ketenteraman dan kebahagiaan abadi di syurga nanti.***

Melayani Hypnotherapi, Hypnotis Training, Ruqyah Syar’iyyah & Konsultan Usaha Hubungi: Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 58640EF8***

Komentar ditutup.