Hypnosis SHOT-Indonesia: “FOBIA POPULER ABAD KE-21″


Hypnosis SHOT-Indonesia:

FOBIA POPULER ABAD KE-21

Seiring perkembangan waktu, banyak ditemukan fobia-fobia baru. Beberapa fobia terlihat unik dan aneh, namun itulah realitas yang ada.

SAEFUL RIZAL (18 Tahun)–Seiring perkembangan waktu, banyak ditemukan fobia-fobia baru. Beberapa fobia terlihat unik dan aneh, namun itulah realitas yang ada.

Seiring perkembangan waktu, banyak ditemukan fobia-fobia baru. Beberapa fobia terlihat unik dan aneh, namun itulah realitas yang ada.  Berikut, fobia apa saja yang dirasa unik?

Berikut ini beberapa fobia yang mulai bermunculan di abad 21 (dua puluh satu):

1. Antefamaphobia

Fobia ini adalah jenis ketakutan di mana Anda takut orang-orang membicarakan mengenai Anda. Namun ketakutan akan berhenti ketika Anda memasuki ruang di mana mereka berada.

2. Agmenophobia

Jenis fobia yang satu ini tampaknya dialami oleh kebanyakan orang. Agmenophobia adalah ketakutan bahwa baris antrian yang Anda ikuti akan berjalan lebih lambat dibanding yang lainnya.

3. Ancraophobia

Takut akan angin! Mungkin kedengarannya aneh dan tidak mungkin ada jenis fobia seperti ini, tapi ini benar-benar ada lho! Fobia pada angin ini dikenal menyerang pengguna pengering tangan yang biasa ada di tempat pencucian tangan atau di toilet umum.

4. Chorophobia

Menari atau berjoget pastinya menjadi hal yang seru dan menyenangkan. Tapi ternyata hal ini tidak dirasakan oleh para penderita Chorophobia atau takut menari.

Hal ini bisa terjadi pada remaja yang pergi ke acara pernikahan dengan ayah mereka. Bangkitnya rutinitas flashmob yang terinspirasi dari Youtube dan terjadi di pusat-pusat perbelanjaan dan stasiun kereta api meningkatkan tingkat kejadian.

5. Allodoxaphobia

Takut mendengar opini seseorang mengenai apa yang telah dilakukan termasuk dalam allodoxaphobia.

6. Atomosophobia

Mungkin karena semakin banyaknya teror bom dan sebagainya, akhirnya muncullah kecemasan orang terhadap ledakan, yang akhirnya disebut atomosophobia yaitu takut ledakan atom.

7. Nucleomituphobia

Kalau fobia yang satu ini, takut akan senjata nuklir.

8. Arachibutyrophobia

Ketakutan yang tidak kalah anehnya adalah ketakutan pada selai kacang yang akan menempel pada bagian atas mulut.

9. Editiovultaphobic

Ini adalah fobia atau takut berlebihan terhadap facebook. Ketakutan ini juga bisa terjadi karena khawatir semua aspek dalam hidup dilihat oleh ‘teman’ yang tidak pernah ditemui atau tidak akan pernah ingin ditemui.

10. Carbophobbia

Yang satu ini tampaknya ketakutan yang paling banyak dialami oleh orang yang sedang berdiet, yaitu ketakutan pada karbohidrat.

11. Cenophobia

Ini adalah ketakutan berlebihan pada ruangan kosong.

12. Consecotaleophobia

Fobia yang satu ini adalah ketakutan pada sumpit. Tidak jelas kenapa ketakutan seperti ini bisa dialami, tapi tampaknya ini karena menggunakan sumpit bukan hal yang mudah bagi sebagian orang.

13. Cyberphobia

Di zaman yang orang tidak bisa lepas dari internet dan kawannya, ternyata ketakutan pada komputer justru dialami oleh sebagian orang, dan cyberphobia adalah sebutan untuk mereka.

14. Anuptaphobia

Nah kalau ketakutan yang satu ini tampaknya banyak ditakuti oleh para single atau jomblo. Karena sekarang ada phobia yang disebut anuptaphobia, yaitu fobia terus menerus menjadi lajang.

15. Hippopotomontrosesquippe-daliophobia

Sebutannya cukup panjang, tapi siapa sangka, ternyata fobia ini adalah sebutan untuk orang yang takut akan kata-kata panjang!

16. Rhytiphobia

Kalau ketakutan yang satu ini mungkin banyak dialami oleh banyak wanita yang selalu ingin tampil awet muda, yaitu fobia terhadap keriput atau kerutan!

17. Ipovlopsychophobia

Jika Anda merasa tidak percaya diri dan takut seseorang teman Anda mengambil gambar Anda, mungkin Anda termasuk fobia yang satu ini. Ipovlopsychophobia yaitu takut foto dirinya diambil.

18. Editophobia

Kalau yang satu ini adalah untuk orang yang takut berlebihan kalau fotonya akan diedit ataupun di hapus dari jejaring sosial.

19. Phobophobia

Fobia yang satu ini tampaknya memang agak lucu, namun benar ada lho. Phobophobia adalah takut berlebihan pada fobia.

Semua phobia di atas sebagian besar dapat disembuhkan melalui metode/teknik hypnotherapi.****


Melayani Hypnotherapi & Hypnotis Training Hubungi Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 25B32303, atau https://drgumilar.wordpress.com/2014/01/15/hypnosis-shot-indonesia/ ***

Ibunda Dr. Gumilar, S.Pd.,MM.: “NESIH SOSOK IBU YANG TEGAR”


Ibunda Dr. Gumilar:

NESIH SOSOK IBU YANG TEGAR

ENA SUKAESIH (Almarhum), adalah Ibunda Tersayang Dr. Gumilar

NESIH (Ena Sukaesih)— (Almarhum, Usia 91 Tahun), adalah Ibunda Tersayang Dr. Gumilar

Ny. NESIH (Ena Sukaesih) seorang Ibu yang tegar, yang titinggalkan suaminya SUHIDIN (Almarhumah Wafat 09 September 1984 dalam Usia 60 Tahun). Ny Nesih diwarisi suaminya 6 (enam) orang anak untuk dibesarkan single parent. Salah satu putra kesayangannya adalah Gumilar dilahirkan di Ciamis, 05-07-1970.

Ny. NESIH mengurus anaknya dengan penuh kasih sayang berjuang menghidupi ekonomi keluarga sendirian. Tegar dalam menghadapi persoalan hidup selama membesarkan anaknya sampai menjelang dewasa. Dengan penuh kesabaran, kesadaran, …..dan keihklasan ia nikmati sepanjang hidupnya untuk mendewasakan generasi penerusnya agar lebih baik.

Ny. NESIH dilahirkan dari pasangan suami istri 4 (empat) bersaudara keluarga harmonis Ibu NESAH (Ratningsih) (Wafat dalam Usia 96 Tahun) dan Bapak MUHASAN KARTOMI (Wafat dalam usia 70 Tahun).

Ny. NESIH pada saat hidupnya paling menyayangi Gumilar karena anak bungsu, yang belum merasakan kasih sayang ayahnya. Bimbingan, dan arahan serta kasih sayang dari seorang ibu sangat mempengaruhi sikap, tindakan dan cara berfikir Gumilar yang sangat terbuka pada siapapun.

Dalam usia 92 Tahun, Pukul 19.00 WIB, Kamis, 13 Desember 2012 almarhumah Ny. NESIH dipanggil Allah SWT karena penyakit darah tinggi di kediamannya setelah tiga minggu dirawat di Rumah sakit.

Beliau meninggal dunia setelah 6 (enam) anaknya sudah bisa hidup mandiri, dan memiliki 16 orang cucu dan 17 orang cicit.

Mudah-mudahan Ny. NESIH (Alm) oleh Allah SWT diampuni dosa-dosanya, dan menjadi ahli syurga serta diterima sebagai kaum muslimin yang taat kepada Allah SWT dan Rosul-Nya. Amiiin….****

Hipnosis SHOT-Indonesia: HYPNOTHERAPY


Hipnosis SHOT-Indonesia:

HYPNOTHERAPY

HYPATIA GAHARA, Puteri ke-3 Anak Kandung Gumilar, The Owner Hypnosis SHOT-Indonesia.

HYPATIA GAHARA, Puteri ke-3 Anak Kandung Gumilar, The Owner Hypnosis SHOT-Indonesia.

 Apakah hipnoterapi Itu?

Hipnoterapi adalah salah satu cabang ilmu psikologi yang mempelajari manfaat sugesti untuk mengatasi masalah pikiran, perasaan dan perilaku. Hipnoterapi dapat juga dikatakan sebagai suatu teknik terapi pikiran menggunakan hipnotis.

 Hipnotis bisa diartikan sebagai ilmu untukmemberi sugesti atau perintah kepada pikiran bawah sadar. Orang yang ahli dalam menggunakan hipnotis untuk terapi disebut “hypnotherapist”.

 Jika Anda mengikuti hipnoterapi, Anda akan dibimbing memasuki kondisi trance (relaksasi pikiran) agar pikiran Anda siap menerima sugesti yang diberikan oleh hypnotherapist. Dalam kondisi trance tersebut, pikiran bawah sadar Anda akan diberi sugesti – sugesti positif untuk penyembuhan suatu gangguan psikologis atau untuk mengubah pikiran, perasaan, dan perilaku menjadi lebih baik.

 Hipnoterapi menggunakan sugesti atau pengaruh kata – kata yang disampaikan dengan teknik – teknik tertentu. Satu – satunya kekuatan dalam hipnoterapi adalah komunikasi. Saya hanya bisa menghipnotis Anda jika Anda memahami bahasa yang saya gunakan. Saya tidak bisa menghipnotis orang Inggris dengan Bahasa Indonesia, kecuali orang Inggris itu paham Bahasa Indonesia.

 Mengapa Hipnoterapi ?

Perkembangan dunia yang sangat pesat dengan segala permasalahannya membawa dampak terhadap hidup kita. Kecenderungan stres meningkat. Dari penelitian ditemukan satu fakta menarik. Sekitar 75 % dari semua penyakit fisik diderita banyak orang sebenarnya bersumber dari masalah mental dan emosi.

 Namun kebanyakan pengobatan atau terapi sulit menjangkau sumber masalah ini, yaitu pikiran atau lebih tepatnya pikiran bawah sadar. Pengaruh pikiran bawah sadar terhadap diri kita adalah 9 kali lebih kuat dibandingkan pikiran sadar. Itulah mengapa banyak orang yang sulit berubah meskipun secara sadar mereka sangat ingin berubah. Apabila terjadi pertentangan keinginan antara pikiran sadar dan bawah sadar, maka pikiran bawah sadar selalu menjadi pemenangnya. Misalnya, sebagian besar perokok tahu bahwa merokok itu merugikan. Bahkan tidak sedikit yang ingin berhenti merokok. Namun mereka seolah tidak bisa lepas dari rokok, meskipun segala usaha telah dilakukan. Hal ini terjadi karena pikiran bawah sadarnya selalu menginginkan rokok. Tidak peduli sekuat apapun pikiran sadar berusaha menolak rokok, selama pikiran bawah sadarnya masih suka rokok, maka berhenti merokok adalah hal yang mustahil. oleh karena itu hipnoterapi merupakan salah satu cara yang sangat mudah, cepat, efektif dan efisien dalam menjangkau pikiran bawah sadar.

 Mengapa tidak teknik lain? berdasarkan pengalaman saya, ternyata hipnoterapi mampu memberikan penyelesaian yang lebih cepat dan permanen.

 Penerapan Hipnoterapi

Pada tahun 2003, Flammer and Bongartz dari Universitas Konstanze di Jerman, melakukan meta analisis dari berhagai penelitian tentang hipnoterapi, Hasilnya, dari 57 penelitian yang dianalisa, angka kesuksesan mencapai 64%. Kesuksesan tersebut adalah hipnoterapi dalam mengatasi gangguan psikosomatis, tesansietas, membantu klien berhenti merokok, dan mengontrol nyeri pada beberapa pasien dengan sakit kronis. Berikut beberapa contoh penerapan Hipnoterapi dalam berbagai kasus : Gangguan Psikosomatis Gangguan psikosomatis adalah gangguan atau kelainan fisik yang ditimbulkan oleh gangguan psikis atau gangguan jiwa. Jadi, gangguan atau keluhan ini terjadi bila seseorang ada gangguan pada kejiwaannya, baik itu gangguan yang sifatnya mikro maupun makro (misalnya kecemasan, stress, depresi, emosi tidak stabil, konflik, dll). Kelainan yang dialami oleh masing -masing orang beda – beda. Biasanya berupa keluhan – keluhan ringan seperti mual, kembung, sakit kepala,pegal – pegal, nyeri otot, diare. Tapi kadang juga terjadi keluhan yang tampakserius, seperti muntah – muntah, migren, gatal – gatal pada kulit, demam lama,sesak nafas, dll. Walaupun secara fisik tampak menggangu, namun semua keluhan itu bukan benar – benar merupakan kelainan fisik dan seringkali dalam pemeriksaan fisik atau lab tidak dijumpai kelainan.

 Dengan memberikan sugesti positif yang ditanamkan ke dalam pikiran bawah sadar, maka akan membantu klien mengubah persepsi pikiran bawah sadar klien terhadap kondisi psikis yang bersifat negatif. Jika klien tersebut menderita gangguan fisik yang disebabkan oleh gangguan psikis (psikosomatis), secara otomatis gangguan psikosomatis itu akan hilang.

 Hipnoterapi untuk membantu persalinan (Hypnobirthing)

Hypnobirthing merupakan sebuah paradigma baru dalam pengajaran melahirkan secara alami, Teknik ini mudah dipelajari, melibatkan relaksasi yang mendalam, pola pernapasan lambat dan petunjuk cara melepaskan endorfin dari dalam tubuh (zat relaksan alami tubuh) yang memungkinkan calon ibu menikmati proses kelahiran yang aman, lembut, cepat dan tanpa proses pembedahan.

 Hipnoslimming

Hipnoterapi dapat digunakan untuk menurunkan berat badan, dalam rangka mendapatkan berat badan dan bentuk tubuh ideal. Banyak sekali usaha yang dilakukan oleh orang – orang untuk dapat melakukan program menurunkan berat badan, namun seringkali gagal karena yang menjadi penyebab utama seseorang untuk gemuk adalah sikap dan perilakunya untuk senantiasa gemuk (pola makan, cara memilih makanan yang tidak sehat, dan mengkonsumsi makanan – makanan yang tidak diperlukan). Dengan hipnoterapi, pikiran dapat diprogram untuk mengarahkan sikap dan perilaku makan untuk menurunkan berat badan, sehingga selepas dari hypnoslimming akan muncul dorongan dari diri klien untuk mengubah pola makan dan rajin berolah raga.

Hipnoterapi pada gangguan seksual

Problema kehidupan seksual adalah salah satu problema yang dapat diatasi dengan hipnoterapi seperti :

  1.  Disfungsi ereksi / Impotensi yang disebabkan stress atau kecemasan.
  2.  Ejakulasi dini dikarenakan masalah psikis, seperti tidak percaya diri dalam melakukan hubungan suami istri, tidak dapat mengontrol saat yang tepat untuk ejakulasi, dan mengurangi sensitifitas dan sensasi pada penis.
  3.  Vaginismus, merupakan berkontraksinya otot – otot vagina yang tidak dapat dikuasai akibat dari keinginan bawah sadar wanita untuk mencegah penetrasi penis. Akibatnya, terjadi penutupan vagina sehingga penetrasi menjadi sulit dan timbul rasa nyeri. Vaginismus dapat disebabkan karena ketakutan untuk melakukan aktivitas seksual, meskipun mereka tidak mengalami gangguan dalam gairah seksual. Bisa terjadi akibat dari perkawinan yang tak diinginkan. Atau karena terlalu percaya dengan mitos -mitos negatif yang didengar sebelum menikah.
  4.  Masalah seks lainnya, seperti lubrikasi yang kurang pada wanita dan anorgasmia (tidak dapat mencapai orgasme) pada wanita. Pada masalah -masalah seksual yang disebabkan faktor psikis, salah satu alternatif terbaik adalah hipnoterapi.****

Melayani Hypnotherapi & Training Hubungi Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 25B32303, atau https://drgumilar.wordpress.com/2014/01/15/hypnosis-shot-indonesia/ ***

Hypnosis SHOT-Indonesia: PRINSIP-PRINSIP POLA BAHASA SUGESTIF DALAM HYPNOSIS FOR SELLING


Hypnosis SHOT-Indonesia:

PRINSIP-PRINSIP POLA BAHASA SUGESTIF DALAM HYPNOSIS FOR SELLING 

Tampak dalam Foto di Tengah Pak SLAMET (Direktur Bank BNI Wilayah Kab. Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kota Banjar, dan Kab. Pangandaran), di Sebelah Kiri Pak RUSMIN (Kepala Cabang Pembantu (KCP) BNI Kab. Pangandaran) dan Sebelah Kanan Pak Gumilar (The Owner Hypnosis SHOT-Indonesia) Berfoto Setelah Mengikuti Pelatihan Hipnotis untuk Penjualan (Hypnosis for Selling)untuk Karyawan Bank BNI.untuk Karyawan Bank BNI untuk Karyawan Bank BNI...

Tampak dalam Foto di Tengah Pak SLAMET (Direktur Bank BNI Wilayah Kab. Tasikmalaya, Kab. Ciamis, Kota Banjar, dan Kab. Pangandaran), — di Sebelah Kiri Pak RUSMIN (Kepala Cabang Pembantu (KCP) BNI Kab. Pangandaran) dan —Sebelah Kanan Pak GUMILAR (The Owner Hypnosis SHOT-Indonesia) Berfoto Setelah Melaksanakan Pelatihan Hipnotis untuk Penjualan (Hypnosis for Selling) untuk Karyawan Bank BNI.

PRINSIP-PRINSIP POLA BAHASA SUGESTIF DALAM HYPNOSIS FOR SELLING

Pola bahasa sugestif meliputi prinsip-prinsip sebagai berikut:

 1. Client Language Preference

Prinsip ini menyatakan bahwa perlunya seorang penghipnosis menggunakan dan mengadaptasi kata-kata, bahasa, dan frasa yang dipahami oleh subjek terhipnosis.

Ini berarti bahwa dalam berkomunikasi dengan subjek, penghipnosis wajib memperhatikan pilihan kata-kata, bahasa, dan frasa yang biasa diterima oleh subjek terhipnosis. Karena dengan demikian, sugesti akan mudah diterima secara benar oleh pikiran bawah sadar (subconscious mind) dari subjek terhipnosis.

Dalam penerapannya pada kegiatan penjualan, prinsip ini memegang peranan penting. Seringkali seorang penjual tanpa sadar menggunakan pemilihan kata-kata, bahasa, dan frasa yang sengaja dikesankan untuk membentuk sebuah kalimat yang berbobot dan sarat dengan istilah-istilah yang kurang umum dengan tujuan untuk menunjukkan kredibilitas dan tingkat intelektualnya. Hal ini sebenarnya kurang tepat.

Cara komunikasi seperti di atas justru cenderung memperkecil peluang keberhasilan saran persuasif yang diberikan apabila ternyata calon pembeli tidak terbiasa dengan pemilihan kata, tata bahasa, dan frasa-frasa tersebut. Saran persuasif tersebut tidak akan tertuju pada pikiran bawah sadar (subconscious mind) calon pembeli, dan tidak mampu menggerakkan minat calon pembeli untuk menyetujui saran yang diberikan.

 2. Emotional

Sebagian besar orang memutuskan suatu pilihan berdasarkan emosional dibandingkan rasional, dan ini berlaku erat dalam prinsip penjualan. Pengaruh pikiran bawah sadar yang memegang peranan lebih dominan (88%) dibandingkan pikiran sadar (12%) manusia dalam menentukan tindakannya menjadi alasan terhadap kondisi di atas.

Dengan demikian, mampu tidaknya sebuah nuansa emosional ditumbuhkan dalam komunikasi berpengaruh terhadap keberhasilan komunikasi tersebut untuk diterima dengan baik, apalagi jika ditujukan untuk memberikan saran-saran persuasif.

Beberapa cara membangun nuansa emosional dalam komunikasi dapat timbul dengan membangkitkan sensivitas 3 indera utama manusia: Penglihatan (Visual), Pendengaran (Auditory), dan Perasaan (Kinesthetic). Dengan kata lain, sebuah saran persuasif yang diberikan haruslah mampu mengimajinasikan/menggambarkan sesuatu (Visual) kepada lawan bicara; membangkitkan perasaan nyaman, antusias, dan keingintahuan (Kinesthetic); dan dibawakan dengan pemilihan nada suara serta intonasi yang tepat (Auditory).

 3. Repetition

Adanya sebuah kombinasi pilihan kata yang bermakna sama dan diulang seperlunya juga mampu memperkuat nuansa emosional dalam komunikasi. Prinsip ini diterapkan pula dalam kegiatan hipnosis. Prinsip ini banyak digunakan penghipnosis untuk memberikan sentuhan emosional yang dalam dengan tujuan agar subjek dapat masuk dalam kondisi „trance‟ yang lebih dalam.

Simak contoh sebuah „script‟ sebagai berikut: “Ya, dengan demikian Anda merasa sangat nyaman.. dan benar-benar rileks. Sehingga saat ini otot-otot tubuh Anda seakan-akan mengendur, dan tubuh Anda menjadi lemas dan santai…”

Dalam contoh „script‟ di atas ditunjukkan adanya sebuah repetisi (perulangan) dari beberapa kata yang sebenarnya mempunyai makna sama, yaitu: “nyaman”.

Sebuah makna “nyaman” yang diberikan dengan pemilihan kata-kata: “nyaman”, “rileks”, “otot-otot tubuh seakan mengendur”, “lemas”, dan “santai” lebih memberikan nuansa emosional dibandingkan dengan penggunaan satu kata tertentu saja.

Kaitannya dengan proses penjualan melalui prinsip yang sama, dapat dibangun suatu komunikasi yang lebih efektif untuk penyampaian saran persuasif.

Semisal sebuah tujuan komunikasi yang disampaikan kira-kira adalah: “Kami melayani pemesanan Anda selama 24 jam”, sebuah nuansa emosional dapat diberikan dengan prinsip „Repetition‟ dengan kalimat yang demikian: “Kami melayani pemesanan Anda kapan saja saat Anda membutuhkannya, baik di pagi, siang, maupun malam selama 24 jam non-stop.”

 4. Present Tense

Prinsip ini menyatakan bahwa saat komunikasi dibentuk, berikanlah suatu pernyataan tidak langsung yang bertujuan agar lawan bicara mendapatkan sensasi emosional saat ini juga, dan bukannya di waktu yang akan datang. Artinya, sebisa mungkin hindari penggunaan kata-kata yang tidak mereferensikan waktu sekarang (Present) seperti: “akan”, “jika”, “apabila”, “nantinya”, dan sebagainya.

Sebuah „script‟ hipnosis berlaku lebih efektif dengan penggunaan kalimat seperti ini: “Dan saat ini, dengan nafas Anda yang semakin teratur, Anda merasa sangat nyaman, …” daripada kalimat sugesti: “Dengan nafas Anda yang semakin teratur, Anda akan merasa sangat nyaman…”

Kondisi yang serupa berlaku dalam kegiatan penjualan. Komunikasi yang bertujuan untuk menentukan sebuah pernyataan: “Pekerjaan Anda akan menjadi lebih mudah setelah Anda menggunakan jasa kami” lebih efektif diterima oleh pikiran bawah sadar (subconscious mind) apabila dimodifikasi sebagai berikut: “Pekerjaan Anda menjadi lebih mudah dengan menggunakan jasa kami.”

 5. Personal

Penggunaan kalimat yang ditujukan secara pribadi (personal) akan lebih diterima pikiran bawah sadar (subconscious mind) manusia. Sehingga, dalam sebuah kegiatan hipnosis missal, tetap dipilih penggunaan kata: “Anda” saja dibanding “Anda semua”.

Dalam hipnosis “one-on-one” pun (satu penghipnosis dan satu subjek terhipnosis) divariasikan penggunaan nama subjek untuk menggantikan kata “Anda”, terutama saat melakukan “Leading” (membimbing subjek terhipnosis untuk sesuatu hal).

Prinsip yang sama dapat dilakukan dalam proses penjualan. Mengkombinasikan penggunaan nama calon pembeli terutama saat melakukan “Leading”, yang dalam hal ini berarti membimbing pola pikir calon pembeli akan berlaku lebih efektif dibandingkan penggunaan kata: “Anda”. Menjadi catatan disini, penggunaan nama yang dimaksud tentulah tetap mempertimbangkan faktor jabatan dan/atau status yang biasa disandangnya, yang mengandung sensitivitas tertentu pula.

Jadi berhati-hatilah dalam pemilihan status yang disandangnya semisal: “Ibu” atau “Nona”, “Anda” atau “Mas”, dan sebagainya. Perlu diperhatikan pula untuk menghindari pemanggilan nama yang berulang-ulang secara tidak wajar, karena akan menimbulkan resistensi dan rasa tidak nyaman dari pikiran bawah sadar lawan bicara.

 6. Progressive

Dalam pemberian sugesti, pola kesatuan kalimat yang menunjukkan suatu kondisi bertingkat (bertahap) mutlak diperlukan. Pola kalimat yang tidak memberikan kejelasan alur tujuan kecil kemungkinannya untuk dapat tertuju pada pikiran bawah sadar.

Seorang penghipnosis tidak dapat serta-merta memberikan sugesti: “Tidur sekarang” kepada subjeknya, kecuali si subjek mempunyai tingkat sensitivitas dan kepercayaan yang sangat tinggi terhadap penghipnosis. Dengan tujuan agar sugesti yang diberikan dapat diterima pikiran bawah sadar subjeknya, sebuah pola progresif diperlukan, seperti yang nampak dalam contoh „script‟ berikut:

“Dan sekarang, setelah mata Anda tertutup rapat, Anda merasakan suasana rileks yang semakin dalam. Begitu dalamnya sensasi nyaman tersebut hingga saat ini otot-otot di sekitar mata dan wajah Anda pun merasakan demikian pula…”

Pola seperti inilah yang dianjurkan pula untuk diadaptasi penggunaannya dalam proses penjualan. Dalam kegiatan menjual tidak dapat serta-merta penutupan penjualan dilakukan, namun melibatkan sebuah proses yang distrukturisasi secara bertingkat.

 Simak contoh singkatnya sebagai berikut:

Marketer : “Apakah Anda merasa puas dengan kuantitas produksi dari perusahaan Anda selama ini?”
Consumer Suspect : “Ya…, kira-kira demikian.”
Marketer : “Namun apabila waktu produksinya dapat dipercepat lagi, tentu lebih memuaskan Anda,
Consumer Suspect : “Hmm.., ya… ya… tentu saja.”
Marketer : “Dengan demikian tentulah barang yang kami tawarkan ini sangat bermanfaat bagi Anda X (X = nama calon pembeli), karena…..”

 Bandingkan apabila komunikasi yang dilakukan oleh penjual kira-kira menggunakan pola seperti ini: “Saya menawarkan barang kami kepada Anda dengan manfaat sebagai berikut: ……….” Tampak jelas perbedaannya, bukan?

 7. Pacing – Leading

Makna harfiah dari prinsip ini adalah: “Menyisipkan ide yang tersembunyi di balik fakta.” Dengan kata lain, suatu sugesti (ide) akan terhindar dari resistensi pikiran bawah sadar apabila disampaikan dengan terbungkus dalam sebuah fakta.

Sebagai contoh penggunaan prinsip Pacing – Leading sebenarnya nampak dalam „script‟ di atas pula: “Dan sekarang, setelah mata Anda tertutup rapat, Anda merasakan suasana rileks yang semakin dalam…”

Script‟ tersebut menggunakan fakta “setelah mata Anda tertutup rapat” untuk menghantarkan sebuah ide yaitu: “merasakan suasana rileks yang makin dalam”.

Script‟ tersebut menggunakan fakta “setelah mata Anda tertutup rapat” untuk menghantarkan sebuah ide yaitu: “merasakan suasana rileks yang makin dalam”. Pola ini sangat efektif untuk digunakan dalam komunikasi persuasif, terutama apabila dikombinasikan dengan prinsip “Progressive” seperti di atas.

Dalam kegiatan penjualan, pola penyisipan ide di balik fakta sangat bermanfaat untuk diterapkan dalam memberikan saran persuasif untuk mencapai proses penutupan penjualan. Dengan contoh yang sama seperti di atas, sebuah Pacing – Leading dapat dikembangkan sebagai berikut:

Marketer : “Apakah Anda merasa puas dengan kuantitas produksi dari perusahaan Anda selama ini?”
Consumer Suspect : “Ya…, kira-kira demikian.”
Marketer : “Apakah Anda merasa puas dengan kuantitas produksi dari perusahaan Anda selama ini?”
Consumer Suspect : “Ya…, kira-kira demikian.”
Marketer : “Namun apabila waktu produksinya dapat dipercepat lagi, tentu lebih memuaskan Anda, bukan?”
Consumer Suspect : “Hmm.., ya… ya… tentu saja.”
Marketer : “Ya, dengan persaingan yang kompetitif akhir-akhir ini, proses produksi perusahaan yang lebih cepat tentulah akan sangat menguntungkan bagi Anda. Oleh karena itulah barang yang kami tawarkan ini memberikan keunggulan dalam hal …..”

 Dari contoh tersebut dikreasikan sebuah fakta yaitu “persaingan yang kompetitif akhir-akhir ini”, untuk melandasi sebuah ide yang bertahap (progresif) dimulai dari “proses produksi yang lebih cepat tentulah akan sangat menguntungkan” dan “oleh karena itulah barang yang kami tawarkan ini memberikan keunggulan dalam hal…”. Demikian untuk menambah wacana perbendaharaan tentang hypnoselling sebaiknya anda membaca artikel lain yang berkaitan.****


Melayani Hypnotherapi & Training Hubungi Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 25B32303, atau https://drgumilar.wordpress.com/2014/01/15/hypnosis-shot-indonesia/ ***

Hypnosis SHOT-Indonesia: HYPNOSIS for SELLING


Hipnosis SHOT-Indonesia:

HYPNOSIS for SELLING

Tampak dalam Foto dari Sebelah Kiri, Prof. Dr. H. Ahmad Sanusi, M.Ph (Direktur Program Doktor Administrasi Pendidikan),  Dr. Gumilar, S.Pd.,MM (The Owner of Hypnosis SHOT-Indonesia),--Prof. Dr. Cornellia B. Jane,--Prof. Dr. H. Nana Syaodih (Alm) Berfoto Setelah Melaksanakan Pelatihan Hypnosis for Selling di Program Doktor (S-3) UNINUS Bandung.

Tampak dalam Foto dari Sebelah Kiri, Prof. Dr. H. Ahmad Sanusi, M.Ph (Direktur Program Doktor Administrasi Pendidikan UNINUS Bandung), Dr. Gumilar, S.Pd.,MM (The Owner of Hypnosis SHOT-Indonesia),–Prof. Dr. Cornellia B. Jane,–Prof. Dr. H. Nana Syaodih (Alm) Berfoto Setelah Melaksanakan Pelatihan Hypnosis for Selling di Program Doktor (S-3) UNINUS Bandung.

Sebagian besar orang memiliki persepsi awal yang keliru berkaitan dengan Hypnosis for Selling, walaupun saat ini sangat marak dijumpai sebagai topik di berbagai pelatihan di bidang penjualan, sebenarnya merupakan penerapan teori-teori hipnosis (hipnotis) modern dalam bidang penjualan (selling).

Sebagaimana kegiatan hipnosis modern yang menggunakan pemahaman teknik yang murni ilmiah, maka demikianlah pula sebenarnya yang diterapkan dalam Hypnosis for Selling. Ini merupakan teknik yang sangat masuk akal pula dalam memanfaatkan komunikasi kepada pikiran bawah sadar manusia. Meskipun terdapat beberapa pihak yang menyatakan bahwa Hypnosis for Selling tidak serta-merta dapat diklaim sebagai bagian langsung dari keilmuan hipnosis (seperti halnya Stage Hypnosis atau Hypnotherapy), namun bagaimanapun juga terdapat relevansi yang kuat dari kedua sisi ilmu hipnosis dan ilmu penjualan, sehingga pemanfaatan teori-teori hipnotisme untuk melakukan penjualan akan sangat efektif untuk digunakan. Mengapa demikian? Karena kedua-duanya menitikberatkan pada pemberdayaan kualitas komunikasi manusia!

Telah diketahui bahwa bidang penjualan sendiri merupakan bidang profesi paling tua dan paling dasar di dunia yang melibatkan komunikasi. Bidang penjualan sudah jauh lebih dulu hadir sebelum dikenal profesi lain yang menggunakan komunikasi pula seperti trainer, MC, komedian, dan sebagainya.

Terlebih lagi, bidang penjualan juga menjadi unsur dasar segala jenis profesi. Seorang trainer, misalnya, sebelum ia melakukan pekerjaannya dalam memberikan pelatihan bagi pesertanya, ia “menjual” dirinya terlebih dahulu beserta manfaat pelatihannya. Profesi lain yang jarang melibatkan interaksi sosial, seperti sekretaris, akuntan, ataupun programmer, bagaimanapun juga tetap melakukan unsur penjualan dalam kegiatannya, yaitu “menjual” kapabilitas ilmunya kepada pihak lain.

Faktor utama yang menjadikan proses penjualan tidak dapat dipisahkan dari kegiatan profesi lainnya adalah pemanfaatan komunikasi kepada pihak lain, baik secara langsung maupun tidak langsung. Faktor komunikasi ini bersifat mutlak, dalam kaitannya untuk menyampaikan ide/gagasan kepada pihak lain untuk disetujui/dipercayai. Seorang penjual yang baik akan dapat disimpulkan sebagai seorang komunikator yang kompeten, yang mampu menyampaikan informasi manfaat dari barang/jasa yang dijualnya kepada pihak lain.

Hal inilah yang sebenarnya mendasari adanya suatu persamaan faktor dari kegiatan penjualan dengan ilmu hipnosis, yaitu komunikasi, karena hipnosis sendiri adalah ilmu komunikasi yang menitikberatkan pada pikiran bawah sadar manusia (subconscious mind). Jadi pada prinsipnya Hypnosis for Selling memanfaatkan kaidah-kaidah hipnotisme dalam berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar untuk diterapkan dalam bidang penjualan.

Menurut teori hipnosis, pikiran bawah sadar merupakan pikiran yang lebih banyak memegang kendali terhadap tindakan dan perilaku manusia, yang persentasenya berkisar 88% dibanding dengan pikiran sadar yang hanya 12%. Maka penyampaian suatu ide/gagasan dalam komunikasi akan lebih dapat diterima secara efektif apabila mampu mencapai pikiran bawah sadar lawan bicara.

Maka apabila diaplikasikan dalam kegiatan penjualan, penyampaian ide secara persuasif (bujukan) agar calon pembeli/prospek setuju dan membeli dari kita akan lebih mudah dilakukan apabila komunikasi kita mampu menjangkau pikiran bawah dari calon pembeli/prospek. Oleh karena itu penerapan pola-pola bahasa hipnosis dalam teknik menjual menjadi hal yang perlu dipelajari dan diterapkan oleh si penjual.

Pola-pola bahasa hipnosis yang digunakan dalam Hypnosis for Selling akan mengacu pada prinsip bagaimana cara menyampaikan sugesti (pesan kepada pikiran bawah sadar) dengan gaya Permissive (himbauan), yaitu secara tidak langsung, bukannya sugesti secara langsung yang bertipe Authorian (perintah).

Penggunaan gaya Authorian seperti yang digunakan pada Hipnosis Pertunjukan (Stage Hypnosis) tidak akan berjalan secara efektif dalam Hypnosis for Selling. Mengapa? Karena dalam kegiatan penjualan kecil sekali kemungkinan untuk dapat melakukan tes sugestibilitas (mencari tahu apakah seseorang sangat responsif terhadap sugesti dari orang lain atau tidak).

Jadi Hypnosis for Selling bukanlah mengajarkan agar Anda melakukan perintah kepada calon pembeli/prospek untuk secara serta-merta membeli dari Anda. Atau lebih jauh lagi dengan menggunakan rapid induction (induksi cepat) seperti menarik lengan lawan bicara secara tiba-tiba dan langsung diberikan sugesti.

Hypnosis for Selling lebih banyak mengaplikasikan penyampaian sugesti secara Permissive atau tidak langsung. Teknik penyampaian sugesti secara tidak langsung ini diperkenalkan oleh ahli hipnotis jenius yang bernama Milton Erickson (1901-1980). Kini metode penyampaian secara tidak langsung ini oleh kalangan hipnotis disebut sebagai Ericksonian Hypnosis.

Milton Erickson dikenal sebagai tokoh NLP (Neuro Linguistic Programming). Ia adalah salah satu figur yang dipelajari dan dimodel oleh John Grindler dan Richard Bandler, penemu kaidah cara berpikir dan berkomunikasi secara efektif yang dinamakan Neuro Lingustic Programming (NLP) tersebut. Sebagian besar cara berkomunikasi dalam Hypnosis for Selling pada dasarnya mengacu pada prinsip Ericksonian Hypnosis, yang akan sangat serupa pula dengan kaidah NLP.

Selain digunakan untuk mempengaruhi lawan bicara dengan Permissive, Hypnosis for Selling juga memanfaatkan aspek self-hypnosis (hipnosis diri) untuk memperkuat motivasi dan pengembangan diri bagi si penjual. Sebuah kepercayaan diri dalam menjual menjadi faktor kunci, sebagaimana juga sebuah kepercayaan diri yang mutlak diperlukan dari seorang penghipnosis untuk dapat menghipnosis subjeknya.

Kaidah hipnosis berprinsip bahwa semua orang dapat dihipnosis, asalkan seseorang tersebut memahami komunikasi, bersedia secara sukarela, dan memiliki kemampuan fokus.

Prinsip yang sama berlaku pada Hypnosis for Selling, bahwa sebenarnya semua orang dapat dibujuk secara persuasif atau diprospek, dengan syarat-syarat yang sama seperti di atas. Lebih lanjut lagi, dengan memiliki kemampuan komunikasi, semua orang dapat menghipnosis orang lain. Kemampuannya boleh jadi telah tumbuh sebagai bakat, sebagaimana halnya orang yang memiliki bakat berkomunikasi, namun dapat pula ditumbuhkan dan dipelajari. Maka, sama halnya pula dalam kegiatan penjualan, pada prinsipnya semua orang dapat melatih kompetensi dalam menjual.

1. Menciptakan Trance Sebelum Persuasip

Penggunaan teknik komunikasi yang mengacu pada prinsip-prinsip Ericksonian diterapkan saat calon pembeli/prospek dalam kondisi sadar sepenuhnya ini disebut sebagai waking hypnosis (hipnosis secara sadar). Penggunaan istilah waking hypnosis pertama kali dicetuskan oleh Wesley Wells tahun 1924 dan dimuat dalam buku tulisannya yang terbit lima tahun sesudahnya dan berjudul “An Outline of Abnormal Psychology”. Ia berpendapat bahwa meskipun seseorang masih dalam keadaan membuka mata, ia masih tetap dapat terhipnosis. Lewat berbagai riset ditemukan adanya perubahan gelombang otak saat kondisi trance mulai dicapai. Perubahan tersebut dapat diukur dengan menggunakan EEG (electroencephalograph), dan secara garis besar gelombang otak tersebut dibedakan dalam 4 jenis, yaitu: (1) Beta (14-30 Hertz); (2) Alpha (8-14 Hertz); (3) Theta (4-8 Hertz); dan (4) Delta (0-4 Hertz).

Dalam kondisi normal saat kita melakukan pekerjaan sehari-hari, gelombang otak yang dominan adalah Beta. Saat seseorang dalam keadaan rileks dan mulai terhipnosis, gelombang otak yang dominan mulai bergeser dari Beta ke Alpha (trance ringan / light trance).

Trance merupakan kondisi dimana pikiran sadar (conscious mind) kita tidak lagi memegang kendali seutuhnya dan mulai digantikan oleh pikiran bawah sadar (subconscious mind). Semakin dalam orang masuk dalam kondisi hipnosis, semakin rendah gelombang otaknya, mulai ke Theta (medium trance), dan Delta (high trance).

Joe Vitale, salah seorang kontributor dari film dokumenter dan buku fenomenal “The Secret”, menulis dalam bukunya yang berjudul “Hypnotic Writing” (2007) bahwa trance dapat pula dicapai dalam kondisi waking hypnosis, seperti halnya yang terjadi saat kita menonton film dengan asyik atau larut membaca buku yang bagus.

Trance dalam kondisi waking hypnosis yang demikian ini dinyatakan sebagai konsentrasi perhatian. Dan pada saat trance yang seperti inilah penawaran barang/jasa dilakukan.

Hal ini diperjelas dalam bukunya yang lain yang berjudul “Buying Trances” (2007). Trance dalam penjualan terjadi saat calon pembeli/prospek mulai mencapai keadaan rileks, tenang, dan menaruh perhatian kepada si penjual.

Dalam hal ini trance yang dicapai dalam penjualan adalah light trance (pada kondisi Alpha), karena dalam proses penjualan tidak diperlukan tindakan hipnosis untuk membawa ke kedalaman yang lebih rendah seperti Theta dan Delta.

Seperti seorang penghipnosis yang haruslah membawa subjeknya menuju ke keadaan trance terlebih dahulu sebelum memasukkan sugesti, demikian pulalah seharusnya seorang penjual bertindak.

Dengan konsep Hypnosis for Selling, penjual yang baik selayaknya mampu membawa calon pembeli/prospek untuk dibawa ke kondisi trance, yang berarti calon pembeli/prospek telah memberikan perhatian kepada barang/jasa yang ditawarkan penjual tersebut.

Apabila calon pembeli/prospek telah berada dalam kondisi trance, akan sangat mudah bagi penjual untuk menutupnya (close the sales).

Sebenarnya inilah hakikat dari konsep Hypnosis for Sellingsebagai suatu teknik penjualan dengan pola-pola hipnosis. Sebagaimana misalnya dalam hipnosis panggung (stage hypnosis), sebelum subjek terhipnotis belum dibawa ke dalam kondisi trance, akan sangat mustahil subjek disugesti untuk menghilangkan angka 6 dalam pikirannya, melupakan namanya sendiri, dan hal-hal menarik lainnya!

Tentu saja perilaku yang sama akan ditunjukkan oleh calon pembeli/prospek, sebelum ia memusatkan perhatiannya kepada perkataan Anda, saran-saran persuasif akan sulit diterima.

Tentu saja perilaku yang sama akan ditunjukkan oleh calon pembeli/prospek, sebelum ia memusatkan perhatiannya kepada perkataan Anda, saran-saran persuasif akan sulit diterima.

Setiap pemasar rata-rata dari mereka telah menguasai teknik penutupan dengan asumsi (assumption close), alternatif (alternate close), dan lain sebagainya. Namun tidak jarang hasil yang mereka terima malahan berkebalikan dari apa yang diharapkan.

Setelah kalimat-kalimat yang sarat akan muatan teknik penutupan dilontarkan, bukannya calon pembeli/prospek secara serta-merta menyetujui penawaran, namun langsung bereaksi secara kurang lebih demikian: “Tunggu, tunggu! Bukankah saya belum memutuskan untuk membeli?”, atau pula setidaknya mereka mengisyaratkan penolakan (resistensi) secara tersirat.

Teknik-teknik penjualan yang seperti ini bukannya tidak efektif, justru malahan teknik ini sangat powerful sekali untuk digunakan. Sebagian besar dari tenaga penjual menyetujui pemecahan masalah bahwa teknik ini tidak berjalan karena digunakan sebelum calon pembeli/prospek mencapai kondisi trance‟!

Dengan kata lain, seperti halnya sugesti akhir yang hanya bisa diterima apabila subjek telah mencapai kondisi trance, demikian pula closing techniques yang selayaknya dilakukan hanya sesudah calon pembeli/prospek mencapai „trance‟. Tanpa membawa calon pembeli/prospek kepada trance, hampir mustahil penjualan terjadi.

Maka, sebelum sebuah penjualan dimulai, upaya-upaya untuk menciptakan ‘trance‘ bagi calon pembeli/prospek mutlak diperlukan. Hal yang nampaknya sepele tetapi memegang pengaruh yang sangat dominan terhadap peluang keberhasilan penjualan.

Bagaimana melakukan „trance‟ kepada calon pembeli/prospek? Tindakan ini dapat dilakukan dengan menerapkan konsep hipnosis pada umumnya, mulai dari membina Rapport hingga penggunaan pola bahasa sugestif, yang kemudian diintegrasikan secara khusus untuk kegiatan penjualan.

 2. Membina “Rapport”

Rapport”, adalah kedekatan hubungan atau keakraban merupakan salah satu faktor kunci keberhasilan proses hipnosis yang dilakukan oleh penghipnosis terhadap subjek terhipnosis. Kegagalan penghipnosis membina keakraban dengan subjeknya akan menyebabkan pikiran bawah sadar (subconscious mind) si subjek tetap resisten terhadap langkah-langkah selanjutnya yang akan dilakukan oleh penghipnosis.

Demikian pula halnya dengan Hypnosis for Selling. Berhasil tidaknya sang penjual membina “Rapport” kepada calon pembeli akan sangat menentukan hasil akhir yang terjadi.

Ini dimungkinkan karena manusia cenderung lebih menerima informasi yang disampaikan oleh pihak lain yang dirasa handal dan akrab dengannya dibanding informasi yang disampaikan oleh figur yang terasa asing dan tidak kompeten. Saat keakraban terbentuk, saran-saran sugestif dari si penjual akan mudah diterima pikiran bawah sadar (subconscious mind) dari calon pembeli.

Caranya membentuk sebuah Rapport dengan calon pembeli dalam hipnosis, ada 2 (dua) buah faktor yang perlu diperhatikan untuk terciptanya sebuah Rapport, yaitu aspek fisiologi (physiology) dan psikologi (psychology).

Aspek fisiologi, merupakan aspek yang berhubungan erat dengan kesan awal yang diterima panca indera dari subjek terhipnosis terhadap penghipnosis itu sendiri. Sehingga, seorang penghipnosis haruslah mampu menimbulkan gambaran sebagai seorang yang kompeten, memiliki pengetahuan yang baik dan mumpuni, serta dapat memberikan kenyamanan secara menyeluruh bagi panca indera subjek terhipnosis, yang meliputi: penglihatan (visual), pendengaran (auditory), perasaan (kinesthetic), penciuman (olfactory), dan pengecap (gustatory).

Dalam kaitannya dengan penjualan, seorang penjual tentulah wajib memiliki keterampilan untuk menimbulkan gambaran sebagai seorang profesional yang mampu diandalkan dalam bekerja sama, memiliki pengetahuan yang baik tentang produk/jasa yang ditawarkan, dan mampu memberdayakan penampilan yang diterima oleh panca indera calon pembeli.

Sebagai contoh misalnya: berpenampilan baik dan pantas sesuai dengan profesinya (visual), memiliki teknik dan kualitas nada bicara yang baik (auditory), menimbulkan kesan nyaman, jujur, dan hangat (kinesthetic), serta tidak menimbulkan nuansa bau yang tidak sedap (bau mulut, bau badan, maupun atribut yang lain). Aspek berikutnya, yaitu psikologi, meliputi teknik-teknik yang secara psikologis mampu menimbulkan kesan akrab dan nyaman bagi subjek terhipnosis. Aspek ini meliputi: Verbal/Non Verbal Agreement, Mirroring & Matching, Language Pacing, dan Eye Contact & Eye Allignment Technique.

Dari sudut pandang psikologis bahwa manusia menyukai orang yang serupa atau sependapat dengan dirinya. Demikian pulalah teknik Verbal/Non Verbal Agreement ini terjadi. Sebuah hubungan akan terjalin saat seseorang bersependapat dan berkesesuaian dengan orang lain.

Dengan memberikan “clue” persetujuan secara Verbal seperti penggunaan kata “Ya”, “Saya mengerti”, dll. terlebih dahulu sebelum menyampaikan argumen /pendapat yang berbeda akan lebih memudahkan pikiran bawah sadar (subconscious mind) merasa lebih nyaman. Bahasa tubuh yang menunjukkan persetujuan sangat diperlukan pula, yang meliputi anggukan, sorotan mata persetujuan, ekspresi wajah, dan postur tubuh condong ke depan.

Mirroring & Matching adalah teknik membangun Rapport terhadap lawan bicara dengan cara meniru dan menyamakan bahasa tubuhnya. Teknik ini dikenal juga secara populer dalam Neuro Linguistic Programming (NLP).

Teknik ini akan membuat pikiran bawah sadar (subconscious mind) subjek terhipnosis merasa nyaman karena adanya kesamaan bahasa tubuh tersebut.

Jenis bahasa tubuh yang dapat ditirukan adalah: postur dan gerakan tubuh, ekspresi wajah, aksen dan kecepatan bicara, serta pola nafas dari subjek terhipnosis. Mirroring & Matching hanya pada gerakan yang sekiranya disukai lawan bicara, sehingga gerak tubuh yang tidak normal akibat gangguan sesuatu atau kebiasaan buruk sangatlah tidak disarankan untuk ditirukan.

Language Pacing merupakan teknik dalam Neuro Linguistic Programming (NLP) pula yang membentuk Rapport dengan cara menganalisa kecenderungan pemilihan kata yang digunakan subjek terhipnosis untuk kemudian diadaptasi dan dipergunakan kembali oleh kita. Pemilihan kata yang serupa sesuai dengan kecenderungan subjek terhipnosis akan menyebabkan pikiran bawah sadarnya (subconscious mind) menjadi lebih nyaman karena adanya kesamaan dan mudah menyerap informasi yang diberikan.

Lebih lanjut lagi, dipahami bahwa tiap-tiap manusia mempunyai kecenderungan indera yang dominan dalam menerima informasi yang diberikan kepadanya, apakah secara visual (penglihatan), auditory (pendengaran), atau kinesthetic (perasaan).

Dengan melakukan analisa terhadap kecenderungan sistem inderawi yang digunakan oleh subjek terhipnosis, seorang penghipnosis dapat pula melakukan Language Pacing dengan pemilihan kata berdasarkan dominansi indera tertentu dari subjek terhipnosis, misalkan: “kelihatannya”, “nampaknya”, (visual), “kedengarannya” (auditory), ataupun “rasanya” (kinesthetic).

Eye Contact & Eye Allignment Technique merupakan teknik kontak mata dan sudut pandang yang menimbulkan kondisi lebih nyaman bagi subjek terhipnosis. Apabila sekarang ini Anda diumpamakan sedang bercakap-cakap dengan seseorang, di sudut kiri atau kanankah sebaiknya posisi lawan bicara itu berada sehingga akan terasa lebih nyaman bagi Anda? Bagi Anda yang bukan kidal, sebagian besar akan menjawab sisi kanan.

Demikian pulalah yang seharusnya terjadi dalam interaksi penghipnosis dan subjek terhipnosis. Pengambilan posisi di sudut kanan subjek dalam berkomunikasi akan menimbulkan suasana yang lebih nyaman bagi pikiran bawah sadar (subconscious mind) lawan bicara.

Adanya kontak mata yang cukup juga memegang peranan penting dalam menciptakan Rapport. Tidak terjadinya kontak mata antara penghipnosis dan subjek terhipnosis berarti tidak terjalinnya hubungan antara penghipnosis dan pikiran bawah sadar (subconscious mind) dari subjek penghipnosis. Sebaliknya, kontak mata yang berlebihan, tidak wajar, dan terlalu dipaksakan akan menyebabkan resistensi / penolakan dari pikiran bawah sadar (subconscious mind) subjek terhipnosis.

Lantas, bagaimana caranya memberikan kontak mata yang cukup dan menyenangkan kepada subjek terhipnosis? Kuncinya adalah memberikan sugesti kepada pikiran bawah sadar (subconscious mind) kita sendiri untuk secara tulus, akrab, dan terbuka menjalin komunikasi dengan lawan bicara.

 3. Pola Bahasa Sugestif

Dalam memberikan sugesti kepada pikiran bawah sadar (subconscious mind) seorang subjek, terdapat kaidah-kaidah/pola bahasa tertentu yang menentukan keberhasilan proses hipnosis yang terjadi.

Kaidah inilah yang dimaksudkan dengan pola bahasa sugestif. Setelah suatu hubungan (Rapport) terjalin, tanpa memahami dan mempraktikkan pola-pola bahasa sugestif, keberhasilan sugesti sangatlah kecil kemungkinannya. Sebaliknya, tanpa adanya sebuah Rapport yang terbentuk, kemungkinan keberhasilan sugesti hampir mendekati nol persen!

Oleh karenanya, pola-pola bahasa sugestif yang mendukung keberhasilan sugesti sangatlah perlu untuk dipelajari. Hal ini dapat dimanfaatkan pula untuk melakukan saran-saran persuasif dalam kegiatan penjualan, dengan tujuan agar dapat dicapainya sebuah penutupan penjualan (close the sales).****


Melayani Hypnotherapi & Training Hubungi Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 25B32303, atau https://drgumilar.wordpress.com/2014/01/15/hypnosis-shot-indonesia/ ***

Hypnosis SHOT-Indonesia: MENGHIPNOTIS ANAK


Hypnosis SHOT-Indonesia:

MENGHIPNOTIS ANAK

Gifary Pawanteh

GIFARY PAWANTEH, Putera ke-2 dari Gumilar, The Owner of Hypnosis SHOT-Indonesia

Hypnosis pada anak dapat dilakukan pada kondisi REM, Rapid Eye Movement dan yang kedua dengan menggunakan kalimat-kalimat Attribusi, walaupun tentu masih banyak teknik lainnya. Setiap anak sampai dengan usia 7 (tujuh) tahun, hari-harinya dipenuhi kondisi Hypnotic Trance yaitu kondisi-kondisi yang sangat baik untuk diberikan sugesti dan untuk mencapai hasil yang lebih baik kondisi REM diperlukan.

 Apa itu REM?

Ketika seorang anak sedang tidur dan bola matanya bergerak secara cepat, itulah yang disebut tidur REM. Dipercaya kondisi tersebut adalah kondisi tidur dengan mimpi dan pada saat itu gelombang otak anak ada pada level Theta. Untuk mengingatkan kembali, paling tidak ada 4 (empat) macam gelombang otak pada manusia.

Beta-gelombang otak ini jika diukur menggunakan EEG (Electro Encephalograph) memiliki frekuensi 13 – 30 Herzt (Hz). Gelombang Otak ini terjadi pada saat kita dalam kondisi terjaga penuh. Aktifitas yang memerlukan analisa dan logika. Kondisi ini sangat kecil kemungkinan untuk menerima sugesti dari luar dirinya.

Alpha-memiliki frekuensi 8-13 Hz. Hal ini terjadi ketika kondisi kita sedang relaks, berdoa, membaca buku/novel, mendengarkan musik, melukis, menonton acara favorit, dan lainnya yang memerlukan fokus namun tetap santai. Kondisi ini adalah saat seseorang dalam kondisi hipnotik ringan. Kondisi ini dapat digunakan untuk memotivasi anak. Yang perlu diingat bagi para orang tua adalah, kata-kata harus disusun sedemikian rupa sehingga durasi motivasi dapat digunakan secara optimal. Rumusnya adalah Umur Otak = Lamanya konsentrasi anak. Jika anak berusia 6 tahun, maka nasihat atau motivasi diberikan tidak lebih dari 6 (enam) menit. Karena lebih dari itu, tak jarang konsentrasinya terpecah sehingga tidak lagi menjadi fokus kepada nasihat atau sugesti yang diberikan.

Theta-dengan frekuensi 4-8 Hz, merupakan kondisi hypnosis yang lebih dalam dibanding Alpha. Hal ini baik untuk memberikan sugesti untuk permasalahan yang lebih kompleks dari hanya sekedar yang dapat dilakukan dalam kondisi Alpha. Kondisi Theta ditandai dengan REM.

Delta- kondisi ini adalah pada saat seseorang tertidur pulas tanpa mimpi. Kondisi ini sugesti tidak dapat diterima oleh subjek, karena memang ia tidak mendengar apapun. Frekuansi Delta sekitar 0.5-4 Hz.

Gifary Pawanteh

GIFARY PAWANTEH, Putera ke-2 Gumilar, The Owner Hypnosis SHOT-Indonesia

Seorang teman diskusi bercerita bagaimana pemberian sugesti bekerja dengan baik pada anaknya. Teman saya ini awalnya ragu dan setelah diyakinkan bahwa hypnosis pada anak bisa dilakukan, ia pun melakukannya dan berhasil.

Ia mendapati anaknya sedang tidur dan dikabari bahwa anaknya menderita flu dan pilek. Teringat hasil diskusi bahwa anak bisa disugesti pada saat tidur REM, dia pun melakukannya, dimulailah sugestinya seperti ini: “Sayang (sambil mengusap-usap kepala si anak, 5 tahun, yang sedang tidur). Ayah tadi dikantor dapat telpon, katanya kamu sakit ya? Ayah sayang kamu dan Ayah pingi…n kamu cepat sembuh! Mana bagian yang sakit? (kemudian sang Ayah menyentuh hidungnya) Yang ini ya, yang sakit? Yuk kita ngomong sama hidungnya ya…Hidung Sayang…Maaf ya..hari ini kamu pilek, tapi tolong bantu Sayang ya, kamu pasti juga sayang sama Sayang kan? Besok kamu sembuh ya…” Teman saya ini memberikan sugesti tersebut malam hari ketika si Sayang telah tidur. Dan keesokan paginya sebelum ia berangkat ke kantor.

Yang menarik adalah, anak yang berumur 5 (lima) tahun tetap dapat mendengarkan semua yang terjadi disekitarnya walaupun ia terlihat tertidur. Siangnya ia menelpon ke rumah dan orang rumahnya menginformasikan bahwa anaknya sudah tidak lagi pilek. Itu kali pertamanya dan ia belum seratus persen yakin, ia mengira mungkin masih ada faktor kebetulan. Kesempatan kedua-kalinya ketika anaknya terserang gangguan kesehatan yang sama, ia ulang sugestinya dan kembali berhasil. Ia senang sekali dan percaya kekuatan sugesti untuk penyembuhan. Tentu saya pun ikut senang karena hasil diskusi yang pernah kami lakukan ia jalankan dan berhasil, namun tetap saja saya me-wanti-wanti bahwa fungsi dari sugesti adalah memotivasi dari dalam diri agar cepat sembuh, dan sugesti tidak pernah dimaksudkan untuk menggantikan obat.

 Hypnosis Anak dengan Kalimat Atribusi

Kalimat Atribusi (Attribution), yaitu melekatkan sifat-sifat kepada seseorang dengan kalimat. Atribusi ini disadari atau tidak sering kita terima dan dengan sengaja atau tidak kita juga sering memberikannya pada orang lain. Contoh atribusi yang sering kita terima atau beri diantaranya; “Kamu memang anak yang pintar, senang belajar dan selalu mendapat juara kelas.” “Dasar anak bodoh, belajar sampai kapan pun tidak pernah akan bisa mendapat juara.”“Kamu selalu saja tidak teliti dalam bekerja, kamu memang anak yang ceroboh.”“Nak, Kamu selalu bisa mengatasi masalah, memang kita hari ini hidup dalam kekurangan, tetapi kemampuanmu menghadapi masalah akan membawamu keluar dari kemiskinan.” “Sudahlah Anaku…,Bapakmu ini miskin, Kakekmu juga miskin, Buyutmu apalagi, kamu itu Balung Kere (Tulang Miskin/Bakat Miskin).”

Itulah beberapa kalimat atribusi yang sering terdengar, dan masih banyak lagi yang kita terima atau kita beri. Kalimat-kalimat itu benar-benar kuat mempengaruhi dan menjadi label diri kita dan sangat mungkin mengantarkan kita kepada kesuksesan atau keterpurukan bergantung apakah atribusinya Positif atau Negatif. Sekarang tenang sejenak, dan mundurkan waktu Anda. Sadari, kalimat atribusi positif atau negatif yang mendominasi dalam pikiran Anda? Kapan Anda mendapatkannya? Siapa yang memberikannya?

Kalimat atribusi yang diberikan oleh figur otoritas, misal Orang-tua khususnya Ibu dan Guru, akan sangat mempengaruhi hidup kita. Hal ini semakin kuat jika kita menerimanya pada usia dibawa 7 (Tujuh) tahun. Contoh kasus ‘Balung Kere’ sering saya dengar. Seseorang datang kepada seorang hipnoterapis dan mengeluhkan kenapa walaupun ia bekerja keras dan saat ini sebetulnya penghasilannya lumayan jika dibanding teman-temannya, tetapi sampai saat ini hidupnya tetap saja kekurangan secara ekonomi. Setelah menjalani regresi usia, ternyata ia ingat ayahnya memberikan atribusi negatif ‘balung kere’ kepadanya. Dan dia yakini bekerja sekeras apapun ia tetap tidak punya tabungan dan uangnya habis untuk hal-hal yang tidak penting. Jika Anda seorang yang menjadi figur otoritas dalam keluarga atau ruang kelas, Atribusi apa yang akan anda berikan pada anak-anak Anda, Positif atau Negatif? Jika Anda yang menjadi anak-anak tersebut, atribusi apa yang ingin Anda dapatkan, Positif atau Negatif? Bagaimana jika saya telah menerima atribusi negatif pada saat saya masih kecil, apakah saya bisa mengubahnya? Bisa! Anda akan dibawa kemasa lalu dengan teknik regresi usia dan mengubahnya dengan teknik tertentu. Maka mulai sekarang! Berikan atribusi positif pada anak-anak kita dan ini akan menghypnosis mereka. ***


Melayani Hypnotherapi & Training Hubungi Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 25B32303, atau https://drgumilar.wordpress.com/2014/01/15/hypnosis-shot-indonesia/ ***

Hypnosis SHOT-Indonesia: “..THE ART OF HYPNOTEACHING..!!


Hypnosis SHOT-Indonesia:

THE ART OF HYPNOTEACHING

Gumilar, The Owner of Hypnosis SHOT Indonesia

Gumilar, The Owner of Hypnosis SHOT Indonesia Berpengalaman Menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) Guru Sekolah Dasar 7 Tahun, Guru SMP 2 Tahun, dan Dosen.

Ketika Anda membaca artikel ini, Anda telah membuktikan bahwa Anda adalah seorang guru atau pendidik yang memiliki dedikasi yang tinggi pada profesi Anda. Anda adalah seorang profesional yang memiliki visi mencerdaskan anak didik Anda. Lebih dari sekedar mencari status kepegawaian atau sertifikasi. Salut untuk Anda. Luar Biasa….!

Dalam pembahasan kali ini kita akan membahas cerita tentang cara menyajikan materi pelajaran dengan sebuah teknik yang diistilahkan dengan “The Art of Hypnoteaching”. Yaitu menyajikan materi pelajaran dengan menggunakan bahasa-bahasa bawah sadar. Sehingga perhatian siswa akan tersedot secara penuh pada materi Anda. Hal ini sama persis seperti ketika Anda yang laki-laki, ketika mengendara kendaraan di jalan. Kemudian tiba-tiba ada seorang cewek secantik Agnes Monica dipinggir jalan dengan pakaian yang menempel lekat pada seluruh bagian lekuk tubuhnya. Sehingga tanpa Anda sadari perhatian Anda selama sekian detik akan tertuju pada cewek cantik tersebut. Betulkah demikian? Bisa Anda bayangkan bila cewek cantik tersebut menghampiri Anda dan mengajak Anda berbincang. Seberapa kuat Anda berpaling dari cewek cantik tersebut?

Atau serupa dengan Anda yang perempuan, ketika berjalan di sebuah shopping center kemudian melihat baju yang begitu anggun sedang terpajang di etalase sebuah toko pakaian. Atau sebuah papan pengumuman besar yang digantung di depan pintu toko, dengan tulisan Big Sale 90% Off. Berapa detik perhatian Anda secara spontan tersedot pada pajangan tersebut ? Bayangkan lebih lagi jika ada pramuniaganya yang ramah, cantik menyapa Anda dan berkata: “Silahkan Ibu/Mbak. Silahkan pilih yang Ibu/Mbak suka. Setiap pembelian 3 buah barang akan mendapat bonus voucher belanja senilai Rp 100rb”. Pertanyaan saya, Seberapa kuat Anda berpaling dari hal tersebut ?

Hal-hal yang sangat menarik bukan? Ya itulah yang terjadi ketika sebuah pesan disampaikan melalui bahasa bawah sadar. Sehingga Anda akan memperhatikan dan enggan untuk berpaling. Anda merasa sangat senang dan bahagia ketika itu. Meski sebelumnya Anda tidak memiliki rencana untuk “memelototi” cewek cantik atau membeli baju. Hal itulah yang bisa juga Anda lakukan pada anak didik Anda. Yaitu membuat mereka memberikan perhatian yang tinggi pada pelajaran Anda, bersemangat dan bahagia ketika mengikuti sesi pelajaran Anda. Bukan seperti kebanyakan yang sering terjadi. Mengikuti sesi pelajaran karena terpaksa dan tertekan.

Untuk melakukan hypnoteaching, hanya diperlukan langkah-langkah sederhana namun jitu. Seperti jurus bela diri tai chi yang lemah gemulai namun sangat powerful untuk menghajar lawan.

Untuk menjadi ahli dalam hypnoteaching, diperlukan latihan yang wajib dilakukan sesering mungkin ketika menyajikan sesi pelajaran. Dengan menerapkan langkah-langkah dasar yang akan saya ceritakan berikutnya, Anda akan bisa setara dengan para trainer atau motivator top Indonesia, bahkan dunia. Seperti Anda ketahui, para motivator dan trainer SDM (Sumber Daya Manusia), selalu bisa membuat audience-nya antusias selama mengikuti sesinya. Disamping dapat memberikan stimulasi-stimulasi pencerahan, yang dapat menjadi bekal berharga pasca mengikuti sesi. Selain daripada itu, tarifnya mahaaaal.

Apakah Anda bersedia untuk meng-upgrade diri Anda menjadi semakin luar biasa seperti itu ???

Berikut ini adalah langkah-langkah dasar yang wajib dilakukan agar dapat menguasai jurus menjadi guru yang setara dengan motivator dunia. Langkah-langkah tersebut adalah :

 1. Niat dan motivasi dalam diri Anda.

Kesuksesan seseorang tergantung pada niat seseorang untuk bersusah payah dan bekerja cerdas untuk mencapai kesuksesan tersebut. Niat yang besar akan memunculkan motivasi yang tinggi, serta komitmen untuk concern dan survive pada bidang yang Anda tekuni. Sehebat apapun metode yang saya ceritakan, sesukses apapun orang-orang yang telah melaksanakan teknik ini, tanpa niat yang besar dari Anda, maka Anda hanya menjadi Anda yang sekarang. Tidak bertambah dan berkembang kualitasnya. Sebaliknya, jika Anda memiliki niat yang besar untuk mempelajari dan melatih hypnoteaching, maka Anda akan membuktikan sendiri betapa dahsyatnya metode ini. Saran saya, lakukan saja sesuatu yang Anda yakin akan dapat mengembangkan kualitas diri Anda. Termasuk hypnoteaching. Abaikan suara-suara dan perasaan-perasaan yang menghambat untuk maju.

 2. Pacing.

Langkah kedua ini adalah langkah yang sangat penting. Pacing berarti menyamakan posisi, gerak tubuh, bahasa, serta gelombang otak dengan orang lain, atau siswa Anda. Prinsip dasar disini adalah “manusia cenderung, atau lebih suka berkumpul/berinteraksi dengan sejenisnya/memiliki banyak kesamaan”. Mengertikah Anda tentang maksud saya ini? Misalnya Anda menghadiri sebuah pertemuan seluruh warga di tempat tinggal Anda. Dimana terdapat beberapa strata usia, diantaranya bapak-bapak, ibu-ibu, remaja, anak-anak. Misalnya mereka datang dari berbagai penjuru secara acak, dan kemudian dipersilahkan dengan bebas untuk memilih tempat duduk. Kira-kira apakah bapak-bapak, ibu-ibu, remaja dan anak-anak duduk secara membaur dan acak? Atau mereka cenderung berkumpul sesuai usianya? Bapak-bapak memilih untuk ngobrol dengan sesama bapak-bapak. Sedang ibu-ibu juga memilih melakukan hal yang sama. Remaja dan anak-anak pun akhirnya sibuk bercanda dengan sesamanya. Benar demikian?

Belum lagi para penggemar sepak bola akan ngobrol seru dengan sesama penggemar sepak bola. Penggemar gossip pun akan berkumpul dengan orang-orang yang sama-sama suka gossip.

Secara alami dan naluriah, setiap orang pasti akan merasa nyaman dan senang untuk berkumpul dengan orang lain yang memiliki kesamaan dengannya. Seperti misalnya Anda yang berprofesi sebagai guru/pendidik. Jika Anda boleh memilih, pasti Anda lebih nyaman berkumpul dan ngobrol bersama sesama guru/pendidik meski dari usia yang berbeda-beda, daripada Anda berkumpul dengan para anggota DPR atau pengusaha pabrik yang kaya raya, atau mungkin para gembel. Jika Anda merasa nyaman berkumpul dengan orang pada golongan tertentu, hal tersebut berarti Anda memiliki banyak kesamaan dengan orang-orang dalam golongan tersebut. Coba Anda renungkan!

Kesamaan-kesamaan diantara beberapa orang, akan memancarkan gelombang otak yang sama. Sehingga orang-orang dalam golongan itu akan merasa nyaman berada di dalamnya. Dengan kenyamanan yang bersumber dari kesamaan gelombang otak ini, maka setiap pesan yang disampaikan dari orang satu pada orang-orang yang lain akan dapat diterima dan dipahami dengan sangat baik.

Sama dengan siswa-siswa kita. Jika mereka membenci sesi pengajaran Anda, berarti gelombang otak Anda belum setara dengan mereka. Anda dan para siswa Anda belum “click”. Meskipun usia Anda jauh lebih tua daripada siswa Anda, namun gelombang otak dapat disetarakan dengan melakukan atau seakan-akan melakukan dan berfikir seperti siswa Anda. Dalam hal ini, Anda wajib mengalah terlebih dahulu. Dalam arti Andalah yang harus menyesuaikan gelombang otak Anda pada siswa Anda. Bukan sebaliknya siswa Anda yang menyesuaikan gelombang otak Anda.

 Cara-cara melakukan pacing pada siswa Anda :

  • Bayangkan Anda adalah seusia siswa-siswa Anda. Disamping juga melakukan aktivitas dan merasakan hal-hal yang dialami siswa-siswa Anda pada masa SEKARANG. Bukan pada saat Anda masih sekolah dulu.
  • Gunakan bahasa yang sesuai dengan bahasa yang sering digunakan oleh siswa-siswa Anda. Kalau perlu gunakan bahasa gaul yang sedang trend di kalangan siswa-siswa Anda.
  • Lakukan gerakan-gerakan dan mimik wajah yang sesuai dengan tema bahasan Anda.
  • Sangkutkan tema pelajaran Anda dengan tema-tema yang sedang trend di kalangan siswa-siswa Anda.
  • Selalu update pengetahuan Anda tentang tema, bahasa hingga gossip terbaru yang sedang trend di kalangan siswa Anda.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, maka tanpa sadar gelombang pikiran Anda telah sama dengan para siswa. Akibatnya adalah siswa-siswa Anda merasa nyaman untuk bertemu dengan Anda. Jika hal ini telah terjadi, maka bersiaplah untuk melakukan langkah berikutnya.

3. Leading.

Leading berarti memimpin atau mengarahkan setelah proses pacing Anda lakukan. Jika Anda melakukan leading tanpa didahului dengan pacing, hal itu sama saja dengan memberikan perintah pada siswa Anda dengan resiko siswa Anda melakukannya dengan terpaksa dan tertekan. Hal ini akan berakibat pada penolakan siswa Anda pada diri Anda. Atau lebih kongkritnya adalah siswa Anda akan lebih senang dan gembira ketika Anda menderita sakit sehingga tidak dapat mengajar pada jam Anda. Maukah Anda menjadi guru yang demikian? Saya yakin Anda ingin sebaliknya.

Setelah Anda melakukan pacing, maka siswa Anda akan merasa nyaman dengan Anda. Pada saat itulah hampir setiap apapun yang Anda ucapkan atau tugaskan pada siswa Anda, maka siswa Anda akan melakukannya dengan suka rela dan bahagia.

Anda bagaikan kekasih bagi siswa Anda (bukan berarti melibatkan romantisme). Dalam arti, siswa Anda akan selalu menantikan sesi pelajaran Anda. Sesulit apapun materi Anda, maka pikiran bawah sadar siswa Anda akan menangkap materi pelajaran Anda adalah hal yang mudah. Jika siswa Anda yakin bahwa pelajaran Anda adalah mudah, maka sesulit apapun soal ujian yang diujikan, akan ikut menjadi mudah, dan siswa Anda akan dapat meraih prestasi belajar yang gemilang. Menakjubkan bukan ?

 4. Gunakan kata positif.

Langkah berikutnya adalah langkah pendukung dalam melakukan pacing dan leading. Penggunaan kata positif ini sesuai dengan cara kerja pikiran bawah sadar yang tidak mau menerima kata negatif. Contohnya adalah sebagai berikut, perhatikan kalimat saya berikut ini: “Bapak–Ibu guru sekalian. Saya minta Anda untuk jangan pernah sekali-kali membayangkan Kuntilanak memakai helm sepeda motor. Saya ulangi lagi bahwa Anda tidak diperkenankan sama sekali untuk membayangkan Kuntilanak memakai helm sepeda motor. Karena Anda saat ini benar-benar dilarang keras untuk membayangkan Kuntilanak memakai helm sepeda motor. Sekali lagi saya ingatkan jangan pernah mencoba untuk membayangkan Kuntilanak memakai helm sepeda motor”.

Apa yang terjadi? Apakah Anda malah sempat membayangkan Kuntilanak yang memakai helm sepeda motor? Padahal saya telah bilang jangan pernah, tidak diperkenankan, dilarang keras, dan jangan pernah mencoba. Namun yang terjadi adalah Anda semakin membayangkan.

Jika Anda ingin lebih membuktikan hal ini, bacakan kalimat tersebut pada rekan kerja Anda, atau pada siswa Anda. Saya yakin akan banyak sekali yang tertawa terbahak-bahak, karena terbayang betapa lucunya Kuntilanak memakai helm sepeda motor.

Itulah yang terjadi pada pikiran bawah sadar manusia, yaitu tidak menerima kata negative. Jika ada kata negative, maka yang diterima adalah kata dibelakang kata negative tersebut. Sedangkan kata negative-nya diabaikan. Misalnya kalimat “jangan ramai”, maka yang ditangkap adalah “ramai”. Maka yang terjadi siswa Anda malah ramai.

Anda bisa lakukan percobaan kecil pada anak yang berusia dibawah 5 tahun. Karena pada usia ini pikiran sadarnya belum terbentuk sempurna. Sehingga masih didominasi oleh pikiran bawah sadar. Ketika anak usia dibawah 5 tahun menangis, coba katakan “jangan nangis”, maka yang terjadi adalah ia menangis semakin keras.

Dalam hal ini, sebaiknya cari padanan kata yang positif. Misalnya “jangan ramai” diganti “tenang” atau “diam”.

Saya yakin Anda, sebagai guru pasti lebih kreatif dalam memilih padanan kata daripada saya.

 5. Berikan pujian.

Pujian merupakan reward peningkatan harga diri seseorang. Pujian merupakan salah satu cara untuk membentuk konsep diri seseorang. Maka berikanlah pujian dengan tulus pada siswa Anda. Khususnya ketika ia berhasil melakukan atau mencapai prestasi. Sekecil apapun bentuk prestasinya, tetap berikan pujian. Termasuk ketika ia berhasil melakukan perubahan positif pada dirinya sendiri, meski mungkin masih berada di bawah standar teman-temannya, tetaplah berikan pujian. Dengan pujian, seseorang akan terdorong untuk melakukan yang lebih dari sebelumnya.

Dalam memberikan pujian, hindari pula kata penghubung negative. Misalnya: tapi, namun, cuma saja, dan lain sebagainya. Karena penggunaan kata-kata tersebut akan membuat pujian Anda sia-sia dan terkesan mengolok-olok.

Contohnya kalimat seperti ini: “Adi, kamu itu anak yang pandai, ibu/bapak seneng sekali punya murid seperti kamu. Tapi sayangnya kamu kurang memperhatikan kerapian pakaianmu”. Bayangkan jika anda sendiri dipuji orang dengan kalimat seperti itu. Pernahkah Anda dipuji dengan kalimat seperti itu? Saya yakin pernah. Coba Anda ingat dan rasakan kembali pada saat Anda dipuji dengan kalimat seperti itu. Dapatkah Anda rasakan seakan-akan Anda merasa bangga ketika awal kalimat itu diucapkan. Dan kemudian seakan-akan ada perisai besar dan tebal menyelimuti diri Anda, ketika kata “tapi” diucapkan? Coba bayangkan kembali.

Jika pujian digabungkan dengan kritik atau saran, maka yang lebih tertangkap adalah bentuk penyerangan pada harga diri orang yang dipuji. Bukannya meningkatkan harga diri, malah menjatuhkan. Memang ini adalah hal yang sepele dan sering terjadi. Namun efeknya sangat besar dalam system psikologis seseorang.

Cara untuk menghindari kata penghubung negative adalah dengan menghilangkan kata penghubung tersebut. Misalnya “Kamu sebetulnya adalah siswa yang pandai, sangat membanggakan. Akan lebih membanggakan lagi kalau kamu lebih memperhatikan kerapian penampilanmu”. Dengan demikian perisai pelindung harga diri belum sempat keluar, namun sudah keburu pesan perbaikan (kritik) masuk dalam program bawah sadarnya.

 6. Modeling.

Modeling adalah proses memberi tauladan melalui ucapan dan perilaku yang konsisten. Hal ini sangat perlu dan menjadi salah satu kunci hypnoteaching. Setelah siswa menjadi nyaman dengan Anda, kemudian dapat Anda arahkan sesuai yang Anda inginkan, dengan modal kalimat-kalimat positif. Maka perlu pula kepercayaan (trust) siswa pada Anda dimantapkan dengan perilaku Anda yang konsisten dengan ucapan dan ajaran Anda. Sehingga Anda selalu menjadi figure yang dipercaya.

Sangat mudah bukan. Metode ini sangat dahsyat jika Anda terapkan pada siswa Anda. Atau jika Anda berkenan, Anda juga dapat menerapkannya pada rekan kerja Anda, istri/suami Anda, putra-putri Anda, orang tua Anda, tetangga Anda.

 Sekali lagi saya ingatkan, bahwa metode ini sangat dahsyat mempengaruhi pikiran lawan bicara Anda. Terlebih jika Anda selalu melatihnya setiap saat. Namun jika artikel ini hanya Anda maknai hanya sebagai pengetahuan, maka Anda akan mendapatkan sebuah wacana yang luar biasa.

Akhirnya, saya mengucapkan selamat mencoba metode terdahsyat masa ini. Metode yang dapat membuat siswa Anda menjadi senang bersekolah, dan menjadi insan cerdas yang luar biasa.***


Melayani Hypnotherapi & Training Hubungi Dr.Gumilar,S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP, Contact Person HP. 081323230058, PIN BB 25B32303, atau https://drgumilar.wordpress.com/2014/01/15/hypnosis-shot-indonesia/ ***