Kabar Priangan: “PESANTREN SALAFI HARUS DIKELOLA SECARA MODERN

PESANTREN SALAFI HARUS DIKELOLA SECARA MODERN

(Terbit di Koran Kabar Priangan/Saba Pesantren, Jumat, 27 Januari 2012)

Banyak kasus kenakalan remaja yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dipandang sudah mulai meresahkan. Kenakalan remaja saat ini bahkan disinyalir ada yang mengarah pada perilaku menyimpang.

Benarkah fenomena ini, pertanda peranan pesantren sudah tidak efektif lagi! Untuk menjawab pertanyaan ini, “Kabar Priangan” melakukan wawancara dengan Pendiri Pondok Pesantren Nurul Firdaus, Dr. Gumilar, S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP di Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, Kab. Ciamis. Berikut petikan wawancara tersebut:

Benarkah remaja saat ini memandang sebelah mata terhadap pendidikan Agama?

Remaja sekarang sebagian besar masih memandang bahwa pendidikan Agama merupakan sebagai sebuah kebutuhan (need) dan keinginan (want) yang harus dipenuhi untuk melengkapi kecerdasan pribadi dalam hal kecerdasan spiritual. Sebagai bukti masih banyak pesantren yang tetap bertahan dan berkembang menyesuaikan dengan perkembangan IPTEK salah satunya sekarang pesantren sudah masuk melalui media internet seperti “Pesantren On Line”, yang bisa dipelajari secara pribadi melalui akses internet dimana pun, kapanpun bisa diakses oleh beragam anak usia sekolah.

Fenomena Hilangnya Santri Kalong dan Menurunnya Pelajar Diniyah, SMP, SMA (Sederajat) yang Menjadi Tanda Lunturnya Peranan Pesantren?

Fenomena Hilangnya Santri Kalong dan Menurunnya Pelajar Diniyah, SMP, SMA (Sederajat) yang bukan menjadi Tanda Lunturnya Peranan Pesantren. Masih banyak pesantren yang  tetap eksis memberikan layanan pendidikan Salafiyah. Pesantren salafiyah yang gulung tikar disebabkan karena tidak mengikuti perkembangan zaman. Pesantren yang mencoba mengikuti perkembangan zaman dan dikelola dengan manajemen modern menunjukan jumlah santri yang meningkat dan sangat diminati masyarakat pengguna. Peranan pesantren masih memiliki peranan yang strategis dan sangat penting dalam berbagai bidang baik dalam ketahanan sosial, budaya, ekonomi, dan ketahanan nasional dalam kerangka pembangunan SDM Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesantren sangat efektif untuk implementasi “Pendidikan Karakter” anak usia sekolah.

Bagaimana Solusi Menggairahkan Pelajar agar Cinta Ilmu Agama?

Solusi menggairahkan pelajar agar cinta Ilmu Agama adalah pemerintah agar membuat keputusan dan kebijakan yang berpihak pada maksimalisasi peranan pendidikan formal dan non formal (pesantren). Strategi pemerintah adalah harus menyadari bahwa pesantren dan sekolah merupakan dua institusi pendidikan yang masing-masing memiliki keunggulan. Keunggulan pada masing-masing lembaga pendidikan tersebut akan memberikan nilai lebih, ketika sistem keduanya diintegrasikan ke dalam satu model lembaga pendidikan yang terpadu. Program yang dimaksud pemerintah dan stakeholder harus bersama-sama mengembangkan dan melaksanakan program Sekolah Berbasis Pesantren (SBP).

Program Sekolah Berbasis Pesantren (SBP) harus memiliki tujuan untuk mengembangkan model pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu sumber daya manusia yang memiliki keunggulan komparatif maupun kompetitif dalam menghadapi persaingan global. Hal ini harus sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah di bidang pendidikan yang lebih mengetengahkan ketersediaan, keterjangkauan, kuallitas dan relevansi, kesetaraan, dan kepastian memperoleh layanan pendidikan.

Agar Sekolah Berbasis Pesantren (SBP)  mampu memberikan sumbangan yang nyata dalam peningkatan mutu layanan pendidikan, perlu diambil langkah-langkah advokasi yang dapat memberikan penguatan dalam pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

Program Sekolah Berbasis Pesantren (SBP) adalah sebuah ikhtiar dalam konteks mengintegrasikan keunggulan kedua sistem pendidikan, meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia Indonesia, Sehingga menjadi manusia yang handal, memiliki integritas dan inteligensi yang tinggi, serta berwatak plural dan multikultural.

Secara umum, pengembangan program SBP ini bertujuan untuk mengintegrasikan keunggulan sistem pendidikan yang dikembangkan di sekolah dengan keunggulan “sistem” pendidikan yang di laksanakan di pesantren. (Fery Kartono/”Kabar Priangan”)***

SMP Nurul Firdaus: “Peletakan Batu Pertama Ruang Kelas Baru (RKB) Block Grant 2011″

Camat Kec. Panumbangan, Krisna, SE:

“Pondok Pesantren Nurul Firdaus sebagai Agent of Change

CIAMIS, (3/09/2011). Pondok Pesantren Nurul Firdaus – Kec. Panumbangan, Kab. Ciamis, sebagai salah satu lembaga yang fokus dalam pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan ummat senantiasa berupaya meningkatkan quality service untuk para jamaahnya dan stakeholder. Sarana prasarana salah satunya menjadi prasyarat terjaminnya kepuasan pelayanan para pengguna layanan pesantren.

Peletakan Batu Pertama Ruang Kelas Baru (RKB) Block Grant 2011---SMP Nurul Firdaus

Untuk memenuhi kebutuhan, keinginan para customer-nya Pondok Pesantren Nurul Firdaus berupaya melengkapi sarana dan prasarana yang pembiayaannya dari berbagai sumber baik infaq, sodaqoh, APBD/APBN dan sumber lainnya yang tidak mengikat dan/atau tidak mengatur serta halal. Kaitan dengan hal tersebut, di penghujung Tahun Anggaran 2011 Ponpes Nurul Firdaus mendapatkan bantuan Block Grant sebesar Rp. 240 Juta, untuk Pembangunan 2 (dua) Ruang Kelas Baru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nurul Firdaus.

Camat Kec. Panumbangan, Krisna, SE., meresmikan dan meletakkan  batu pertama pembangunan 2 (dua) Ruang Kelas Baru (RKB) dilaksanakan setelah kegiatan pengajian umum yang sekaligus diisi dengan acara Halal bil Halal 1432 H.

Dalam sambutannya Krisna  menyatakan: “Ponpes Nurul Firdaus memiliki peran yang sangat strategis dalam pendidikan, pelatihan dan pemberdayaan umat ditengah carut marutnya kondisi mental dan moral masyarakat yang semakin memprihatinkan. Diharapkan Ponpes Nurul Firdaus dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang dapat bermanfaat untuk perubahan ke arah yang lebih baik (agent of change). Suatu saat ke depan akan terlahir para dai, ulama, pemimpin, usahawan, politikus, negarawan dan ahli hukum profesional yang memiliki keseimbangan kecerdasan spiritual (SQ), kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan lainnya dalam kerangka pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).”

Dalam kesempatan yang berbeda (16/09/2011) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, melalui Kasi Sarpras Dikdas Disdik Ciamis, H. Dudung Abdullah, Drs., menyatakan bahwa: “Pemerintah memiliki kewajiban untuk membantu penyelenggara pendidikan yang dilaksanakan oleh pihak swasta (Yayasan/Pontren/Lembaga Pendidikan) dengan memberikan bantuan yang bersumber dari APBD/APBN. Bantuan saat ini untuk Ponpes Nurul Firdaus bersumber dari Dana Block Grant APBN TA 2011.”

Dudung mengharapkan agar bantuan bantuan 2 (dua) ruang kelas baru tahun ini dapat dikelola dengan baik sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal. Demikian pula agar bangunan baru ini dipelihara sesuai dengan keharusannya.

Dr. Gumilar, S.Pd.,MM, CH., CHt., Pimpinan Umum Ponpes Nurul Firdaus menyambut dengan baik, serta mengucapkan banyak terima-kasih atas pengalokasian Block Grant 2011 kepada Pemerintah. Dijelaskan pula, saat ini Ponpes Nurul Firdaus sedang melakukan akselerasi pembangunan dan pengembangan baik infra/intra/suprastruktur serta membangun sistem pelayanan yang bermutu.

Di penghujung acara diisi tausiyah yang disampaikan Ustadz Muhamad Nurdin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kec. Panumbangan, dalam ceramahnya menyampaikan pentingnya ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari. Ia merasa prihatin atas pergeseran budaya, mental dan moral bangsa ke arah yang merugikan pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia. Pergesekan akibat perbedaan kepentingan sosial, ekonomi, politik dsb, menimbulkan percikan permusuhan, konflik, saling serang, dan saling hujat antara individu, keluarga, kelompok dan golongan. Salah satu solusinya adalah lembaga pendidikan kepesantrenan harus kembali pada peran serta fungsinya sebagai lembaga da’wah yang menyerukan mengajak kepada kebaikan.

Dalam akhir acara ditutup dengan acara saling maaf memaafkan antara jamaah yang hadir, dengan ucapan syukur Alhamdulillah.***

Hypnosis SHOT-Indonesia: “Hypnotic Seal, Mencegah Orang Lain Mengakses Data”

Hypnosis SHOT-Indonesia:

Hypnotic Seal, Mencegah Orang Lain Mengakses Data”

Oleh:

Dr. Gumilar, S.Pd.,MM

Hypnotic Seal  Mencegah Orang yang Tidak Berhak Mengakses Data.

Hypnotic seal merupakan program pikiran yang cara kerjanya mirip dengan password yang dipasang di komputer. Tujuannya adalah untuk mencegah orang yang tidak berhak untuk mengakses data. Jika komputer, yang diakses adalah data base. Jika pikiran, yang diakses adalah pikiran bawah sadar yang memuat banyak hal, antara lain persepsi, memori, dan emosi.

Manfaat Hypnotic Seal

Hypnotic seal, jika sudah dipasang akan mencegah orang lain, selain si operator atau si pemasang segel, untuk bisa menghipnosis orang yang telah dipasangi segel. Hypnotic seal ini berisi perintah untuk menolak hipnosis yang dilakukan orang lain, selain si operator. Jadi, jika misalnya pikiran anda sudah dipasang hypnotic seal oleh seseorang maka ke manapun anda pergi, siapapun orang yang akan menghipnosis anda, selain si operator, pasti akan gagal. Mereka tidak akan pernah bisa menghipnosis anda.

Manfaat Hypnotic Seal.

Memasang Hypnotic Seal sudah tentu ada dampak negatif. Jika hypnotic seal dipasang oleh hipnotis atau hipnoterapis yang dikuasai ego, yang ingin berkuasa atas atau mengendalikan kliennya maka akan sangat merugikan klien. Ada segel yang membuat seseorang tidak bisa dihipnosis oleh orang lain selain si pemasang segel. Kalau sudah begini, saat klien membutuhkan bantuan dari terapis lainnya, saat terapis lain  berusaha melakukan hipnosis, klien tidak akan bisa masuk ke kondisi hipnosis. Ini sudah tentu sangat merugikan diri klien.

Segel yang kita pasang tentu bisa di buka. Jika di komputer kita bisa meng-crack password maka untuk hypnotic seal juga bisa dilakukan hal yang sama.

Jenis dan Karakteristik Hypnotic Seal yang Bisa di Buka.

Secara teknis ada lima jenis hypnotic seal. Setiap seal mempunyai karakteristik yang berbeda dan sudah tentu membutuhkan cara yang berbeda untuk bisa membukanya. Di sini dibutuhkan pemahaman mengenai cara kerja pikiran, sugesti, dan level kedalaman trance untuk bisa membuka hypnotic seal yang terpasang di pikiran bawah sadar seseorang.

Ada segel yang membuat seseorang tidak bisa dihipnosis. Ada yang membuat seseorang tidak bisa mendengar suara hipnotis/hipnoterapis selain si operator. Ada juga segel yang membuat seseorang, begitu masuk ke kondisi trance, tidak akan bisa keluar atau bangun kecuali dibangunkan oleh si pemasang segel. Bisa anda bayangkan apa yang akan terjadi bila seseorang dihipnosis lalu, karena efek dari hypnotic seal, ia tidak bisa bangun atau keluar dari kondisi hipnosis, kecuali dibangunkan oleh si operator atau si pemasang segel.

Langkah awal untuk bisa membuka segel adalah dengan mengenali segel jenis apa yang terpasang di pikiran klien. Selanjutnya terapis “hacker” ini menggunakan teknik yang sesuai untuk meng-crack password dari hypnotic seal itu.*****