Telah Lahir: “HYPATIA GAHARA”


Telah Lahir: “HYPATIA GAHARA”

Hypatia GaharaCiamis,10/02/2011). Terlahir seorang putri “HYPATIA GAHARA” dari pasangan suami istri Dr. Gumilar, S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP dan Enur Nurjanah, S.Pd., anak ke-3 (tiga) pada jam 07.46 WIB, Kamis, 19 Januari 2012 (24 Pahing, Syafar, 1433 H)  di Klinik Bersalin Sindangherang, kelahiran dibantu bidan senior Nenah dan Team.
 

Nama yang diberikan pada anak bungsu ini adalah “HYPATIA GAHARA“.   HYPATIA diambil dari (bahasa YunaniὙπατία). Nama Hypatia sudah ada  sejak jaman dahulu, yaitu  Hypatía; lahir antara 350 dan 370; meninggal Maret 415) adalah seorang cendekiawan Yunani [1][2] dari Iskandariyah Mesir [3][4] yang dianggap merupakan perempuan terkemuka pertama di bidang matematika. Selain mengajar matematika, ia juga mengajar filsafat dan astronomi di provinsi Mesir pada zaman Kekaisaran Romawi [5]. Sebagai penganut Neoplatonisme, ia mengikuti tradisi matematika Akademi Athena [6] dan pemikiran dariPlotinus yang mengesampingkan empirisisme dan mengedepankan kajian logika dan matematika[7]. Nama Hypatia diturunkan dari ὑπάτη, bentuk feminin dari ὕπατος (upatos) yang bermakna “tertinggi” [8][9]. Hypatia tewas dibunuh oleh gerombolan Kristen yang salah menuduhnya sebagai dalang kerusuhan agama [10].

Hypatia Gahara

Sedangkan nama belakang “GAHARA”  menurut kamus Bahasa Indonesia adalah keturunan raja yang tulen (ayah ibunya anak raja-raja).

Jadi “HYPATIA GAHARA” diharapkan memiliki arti yang mendekati pada arti kata bentuk feminin dari ὕπατος (upatos) yang bermakna “tertinggi” dan keturunan raja yang tulen (ayah ibunya anak raja-raja).

Dengan harapan anak yang baru lahir ini memiliki sifat-sifat yang memiliki budi pekerti yang luhur, seperti layaknya sifat-sifat yang dimiliki oleh seorang Raja/Ratu.

Sampai saat ini ditulis pasangan suami istri Gumilar dan Enur Nurjanah ini sebelumnya sudah memiliki 2 (dua) orang anak laki-laki yaitu Anak Pertama (Fiqri Nurul Firdaus, 21/07/2001) dan (Gifary Pawanteh, 27 Juli 2008).

Hypatia Gahara

Semoga ketiga anak dari pasangan suami istri ini diberikan kesehatan lahir dan batin, memiliki masa depan yang baik yang berguna untuk kemaslahatan ummat. Amin. (gmlr)****

Catatan kaki:

  1. ^ Mueller, I. (1987). Women of Mathematics: A Biobibliographic Sourcebook. New York: Greenwood Press.
  2. ^ The Cambridge Dictionary of Philosophy, 2nd edition, Cambridge University Press, 1999:“Greek Neoplatonist philosopher who lived and taught in Alexandria.”
  3. ^ HypatiaEncyclopædia Britannica“Egyptian Neoplatonist philosopher who was the first notable woman in mathematics.”
  4. ^ Columbia Encyclopedia, Hypatia “Alexandrian Neoplatonic philosopher and mathematician”
  5. ^ Edward Jay Watts, (2006), City and School in Late Antique Athens and Alexandria. pages 197-198. University of California Press
  6. ^ Hypatia of Alexandria – a philosophical martyrThe Philosopher’s Zone, ABC Radio National (4 April 2009).
  7. ^ Scholasticus, SocratesEcclesiastical History.
  8. ^ Greek Word Study Tool, at Perseus project
  9. ^ Ypatos, Henry George Liddell, Robert Scott, A Greek-English Lexicon, at Perseus project
  10. ^ Toohey, Sue (2003). “The Important Life & Tragic Death of Hypatia”. Skyscript.co.uk. Diakses pada 9 Desember 2007.

Jenderal Dr. Endy Samsuhari: “PILIHLAH HYPNOTHERAPIST YANG DIPERCAYA”


Jenderal Dr.Endy Samsuhari :

“Pilihlah Hypnotherapyst  yang Dipercaya…!!”

Di sebuah dusun yang masih segar dengan pemandangan sawah membentang dan Gunung Syawal yang menghijau kantor Hypnosis SHOT-Indonesia (Minggu, 15/01/2012),  di Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, Kab. Ciamis, Jawa Barat, dikunjungi Jenderal Dr. Endy Samsuhari, S.Pd.,M.M.Pd.,M.Oxcel,  Stap Ahli Panglima TNI. Pada kesempatan tersebut disambut langsung oleh The Owner Hypnosis SHOT-Indonesia Dr. Gumilar, S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP didampingi para trainer dan para staf.

Dalam pertemuan tersebut dihadiri puluhan trainer, staf, anggota dan peminat hypnosis SHOT-Indonesia. Terungkap beberapa hal diantaranya menyikapi fenomena perkembangan Hypnotherapi di Indonesia yang mulai diminati sebagian masyarakat sebagai alternatif pemeliharaan dan penyembuhan kesehatan, Jenderal Dr. Endy Samsuhari, S.Pd.,M.M.Pd.,M.Oxcel, Staf Ahli Panglima TNI saat berkunjung silaturahmi ke kantor Pusat Hypnosis SHOT –Indonesia  (Spiritual HipnOtivation Therapy) menyatakan bahwa Hypnotherapy bisa efektif untuk jadi bahan pilihan alternatif therapy yang aman. Pilihlah ahli hypnotherapyst  yang kita percayai  dan diyakini yang memiliki kualifikasi sertifikasi hypnotherapist yang berstandar nasional atau internasional.

“Dalam nuansa modern yang serba berteknologi, manusia saat ini dihadapkan pada suatu kecanggihan teknologi yang tiada berpenghabisan. Sehingga sebagian besar  dari mereka terus mengikuti pembaharuan demi pembaharuan tersebut tanpa melihat kemana arah dari kemajuan akan berpenghujung. Semakin canggih mereka mengikuti perkembangan zaman, maka semakin kering kerontang jiwa yang mereka rasakan. Mereka melupakan sesuatu makna hidup yang didalamnya terkandung visi dan misi spiritual, hingga terus menjadi budak dan bawahan dari nafsu yang terus mengajak dirinya menuju kehancuran. Therapy melalui hypnosis dipandang relevan untuk mengembalikan lagi agar seseorang kembali memiliki kecerdasan, sikap dan perilaku spiritual yang normal”, kata Endy Samsuhari, Jenderal Bintang satu yang berawal kariernya dari seorang guru olah raga sebuah sebuah sekolah.

Endy Samsuhari menyatakan, Hypnosis SHOT-Indonesia bisa dijadikan alternatif untuk hypnotherapy yang relatif aman untuk masyarakat Indonesia.

Pada kesempatan yang sama Dr. Gumilar, S.Pd.,MM.,CH.,CHt,pNNLP, Owner Hypnosis SHOT-Indonesia menyatakan bahwa Konsep SHOT (Spiritual – Hypnotivation Therapy) berbeda dengan banyak konsep-konsep training yang telah ada dan berkembang saat ini. Penggabungan tiga dimensi yang dianggap sulit dan tidak mungkin telah terbukti. Temuan konsep dengan menggunakan sebuah perubahan pola pikir melalui Hipnosis dan Motivasi dan pola sikap yang dihasilkan dari perjalanan spiritual melalui konsep  Islam, di gabungkan maka muncullah sebuah perubahan pola pikir (mindset) dan pola sikap yang seimbang.

“Saat ini Hypnosis SHOT-Indonesia fokus dalam melayani kebutuhan (need) dan keinginan (want) para peminat therapi alternatif melalui hypnotherapi, pendidikan, pelatihan, workshop, dan lainnya. Pelatihan di sudah di gelar di sebagian besar wilayar Republik Indonesia bahkan sekarang di buka Kantor Cabang di Negara Malaysia”, kata Gumilar Owner Hypnosis SHOT-Indonesia.

Acara diskusi dan tanya jawab dari para tamu yang hadir diakhiri dengan foto bersama dan rencana tindak lanjut serta doa bersama.***

Kabar Priangan: “PESANTREN SALAFI HARUS DIKELOLA SECARA MODERN


PESANTREN SALAFI HARUS DIKELOLA SECARA MODERN

(Terbit di Koran Kabar Priangan/Saba Pesantren, Jumat, 27 Januari 2012)

Banyak kasus kenakalan remaja yang terjadi di tengah-tengah masyarakat dipandang sudah mulai meresahkan. Kenakalan remaja saat ini bahkan disinyalir ada yang mengarah pada perilaku menyimpang.

Benarkah fenomena ini, pertanda peranan pesantren sudah tidak efektif lagi! Untuk menjawab pertanyaan ini, “Kabar Priangan” melakukan wawancara dengan Pendiri Pondok Pesantren Nurul Firdaus, Dr. Gumilar, S.Pd.,MM.,CH.,CHt.,pNNLP di Dusun Panoongan, Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, Kab. Ciamis. Berikut petikan wawancara tersebut:

Benarkah remaja saat ini memandang sebelah mata terhadap pendidikan Agama?

Remaja sekarang sebagian besar masih memandang bahwa pendidikan Agama merupakan sebagai sebuah kebutuhan (need) dan keinginan (want) yang harus dipenuhi untuk melengkapi kecerdasan pribadi dalam hal kecerdasan spiritual. Sebagai bukti masih banyak pesantren yang tetap bertahan dan berkembang menyesuaikan dengan perkembangan IPTEK salah satunya sekarang pesantren sudah masuk melalui media internet seperti “Pesantren On Line”, yang bisa dipelajari secara pribadi melalui akses internet dimana pun, kapanpun bisa diakses oleh beragam anak usia sekolah.

Fenomena Hilangnya Santri Kalong dan Menurunnya Pelajar Diniyah, SMP, SMA (Sederajat) yang Menjadi Tanda Lunturnya Peranan Pesantren?

Fenomena Hilangnya Santri Kalong dan Menurunnya Pelajar Diniyah, SMP, SMA (Sederajat) yang bukan menjadi Tanda Lunturnya Peranan Pesantren. Masih banyak pesantren yang  tetap eksis memberikan layanan pendidikan Salafiyah. Pesantren salafiyah yang gulung tikar disebabkan karena tidak mengikuti perkembangan zaman. Pesantren yang mencoba mengikuti perkembangan zaman dan dikelola dengan manajemen modern menunjukan jumlah santri yang meningkat dan sangat diminati masyarakat pengguna. Peranan pesantren masih memiliki peranan yang strategis dan sangat penting dalam berbagai bidang baik dalam ketahanan sosial, budaya, ekonomi, dan ketahanan nasional dalam kerangka pembangunan SDM Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pesantren sangat efektif untuk implementasi “Pendidikan Karakter” anak usia sekolah.

Bagaimana Solusi Menggairahkan Pelajar agar Cinta Ilmu Agama?

Solusi menggairahkan pelajar agar cinta Ilmu Agama adalah pemerintah agar membuat keputusan dan kebijakan yang berpihak pada maksimalisasi peranan pendidikan formal dan non formal (pesantren). Strategi pemerintah adalah harus menyadari bahwa pesantren dan sekolah merupakan dua institusi pendidikan yang masing-masing memiliki keunggulan. Keunggulan pada masing-masing lembaga pendidikan tersebut akan memberikan nilai lebih, ketika sistem keduanya diintegrasikan ke dalam satu model lembaga pendidikan yang terpadu. Program yang dimaksud pemerintah dan stakeholder harus bersama-sama mengembangkan dan melaksanakan program Sekolah Berbasis Pesantren (SBP).

Program Sekolah Berbasis Pesantren (SBP) harus memiliki tujuan untuk mengembangkan model pendidikan yang berorientasi pada peningkatan mutu sumber daya manusia yang memiliki keunggulan komparatif maupun kompetitif dalam menghadapi persaingan global. Hal ini harus sejalan dengan arah kebijakan Pemerintah di bidang pendidikan yang lebih mengetengahkan ketersediaan, keterjangkauan, kuallitas dan relevansi, kesetaraan, dan kepastian memperoleh layanan pendidikan.

Agar Sekolah Berbasis Pesantren (SBP)  mampu memberikan sumbangan yang nyata dalam peningkatan mutu layanan pendidikan, perlu diambil langkah-langkah advokasi yang dapat memberikan penguatan dalam pelaksanaan pendidikan dan pembelajaran di sekolah.

Program Sekolah Berbasis Pesantren (SBP) adalah sebuah ikhtiar dalam konteks mengintegrasikan keunggulan kedua sistem pendidikan, meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia Indonesia, Sehingga menjadi manusia yang handal, memiliki integritas dan inteligensi yang tinggi, serta berwatak plural dan multikultural.

Secara umum, pengembangan program SBP ini bertujuan untuk mengintegrasikan keunggulan sistem pendidikan yang dikembangkan di sekolah dengan keunggulan “sistem” pendidikan yang di laksanakan di pesantren. (Fery Kartono/”Kabar Priangan”)***

SMP Nurul Firdaus: “Peletakan Batu Pertama Ruang Kelas Baru (RKB) Block Grant 2011″


Camat Kec. Panumbangan, Krisna, SE:

“Pondok Pesantren Nurul Firdaus sebagai Agent of Change

CIAMIS, (3/09/2011). Pondok Pesantren Nurul Firdaus – Kec. Panumbangan, Kab. Ciamis, sebagai salah satu lembaga yang fokus dalam pendidikan, pelatihan, dan pemberdayaan ummat senantiasa berupaya meningkatkan quality service untuk para jamaahnya dan stakeholder. Sarana prasarana salah satunya menjadi prasyarat terjaminnya kepuasan pelayanan para pengguna layanan pesantren.

Peletakan Batu Pertama Ruang Kelas Baru (RKB) Block Grant 2011---SMP Nurul Firdaus

Untuk memenuhi kebutuhan, keinginan para customer-nya Pondok Pesantren Nurul Firdaus berupaya melengkapi sarana dan prasarana yang pembiayaannya dari berbagai sumber baik infaq, sodaqoh, APBD/APBN dan sumber lainnya yang tidak mengikat dan/atau tidak mengatur serta halal. Kaitan dengan hal tersebut, di penghujung Tahun Anggaran 2011 Ponpes Nurul Firdaus mendapatkan bantuan Block Grant sebesar Rp. 240 Juta, untuk Pembangunan 2 (dua) Ruang Kelas Baru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Nurul Firdaus.

Camat Kec. Panumbangan, Krisna, SE., meresmikan dan meletakkan  batu pertama pembangunan 2 (dua) Ruang Kelas Baru (RKB) dilaksanakan setelah kegiatan pengajian umum yang sekaligus diisi dengan acara Halal bil Halal 1432 H.

Dalam sambutannya Krisna  menyatakan: “Ponpes Nurul Firdaus memiliki peran yang sangat strategis dalam pendidikan, pelatihan dan pemberdayaan umat ditengah carut marutnya kondisi mental dan moral masyarakat yang semakin memprihatinkan. Diharapkan Ponpes Nurul Firdaus dapat mencetak sumber daya manusia (SDM) berkualitas yang dapat bermanfaat untuk perubahan ke arah yang lebih baik (agent of change). Suatu saat ke depan akan terlahir para dai, ulama, pemimpin, usahawan, politikus, negarawan dan ahli hukum profesional yang memiliki keseimbangan kecerdasan spiritual (SQ), kecerdasan intelektual (IQ), kecerdasan emosional (EQ) dan kecerdasan lainnya dalam kerangka pembangunan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).”

Dalam kesempatan yang berbeda (16/09/2011) Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis, melalui Kasi Sarpras Dikdas Disdik Ciamis, H. Dudung Abdullah, Drs., menyatakan bahwa: “Pemerintah memiliki kewajiban untuk membantu penyelenggara pendidikan yang dilaksanakan oleh pihak swasta (Yayasan/Pontren/Lembaga Pendidikan) dengan memberikan bantuan yang bersumber dari APBD/APBN. Bantuan saat ini untuk Ponpes Nurul Firdaus bersumber dari Dana Block Grant APBN TA 2011.”

Dudung mengharapkan agar bantuan bantuan 2 (dua) ruang kelas baru tahun ini dapat dikelola dengan baik sehingga dapat dirasakan manfaatnya secara maksimal. Demikian pula agar bangunan baru ini dipelihara sesuai dengan keharusannya.

Dr. Gumilar, S.Pd.,MM, CH., CHt., Pimpinan Umum Ponpes Nurul Firdaus menyambut dengan baik, serta mengucapkan banyak terima-kasih atas pengalokasian Block Grant 2011 kepada Pemerintah. Dijelaskan pula, saat ini Ponpes Nurul Firdaus sedang melakukan akselerasi pembangunan dan pengembangan baik infra/intra/suprastruktur serta membangun sistem pelayanan yang bermutu.

Di penghujung acara diisi tausiyah yang disampaikan Ustadz Muhamad Nurdin, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kec. Panumbangan, dalam ceramahnya menyampaikan pentingnya ukhuwah Islamiyah dalam kehidupan sehari-hari. Ia merasa prihatin atas pergeseran budaya, mental dan moral bangsa ke arah yang merugikan pribadi, keluarga, masyarakat, dan bangsa Indonesia. Pergesekan akibat perbedaan kepentingan sosial, ekonomi, politik dsb, menimbulkan percikan permusuhan, konflik, saling serang, dan saling hujat antara individu, keluarga, kelompok dan golongan. Salah satu solusinya adalah lembaga pendidikan kepesantrenan harus kembali pada peran serta fungsinya sebagai lembaga da’wah yang menyerukan mengajak kepada kebaikan.

Dalam akhir acara ditutup dengan acara saling maaf memaafkan antara jamaah yang hadir, dengan ucapan syukur Alhamdulillah.***

Hypnosis SHOT-Indonesia: “Hypnotic Seal, Mencegah Orang Lain Mengakses Data”


Hypnosis SHOT-Indonesia:

Hypnotic Seal, Mencegah Orang Lain Mengakses Data”

Oleh:

Dr. Gumilar, S.Pd.,MM

Hypnotic Seal  Mencegah Orang yang Tidak Berhak Mengakses Data.

Hypnotic seal merupakan program pikiran yang cara kerjanya mirip dengan password yang dipasang di komputer. Tujuannya adalah untuk mencegah orang yang tidak berhak untuk mengakses data. Jika komputer, yang diakses adalah data base. Jika pikiran, yang diakses adalah pikiran bawah sadar yang memuat banyak hal, antara lain persepsi, memori, dan emosi.

Manfaat Hypnotic Seal

Hypnotic seal, jika sudah dipasang akan mencegah orang lain, selain si operator atau si pemasang segel, untuk bisa menghipnosis orang yang telah dipasangi segel. Hypnotic seal ini berisi perintah untuk menolak hipnosis yang dilakukan orang lain, selain si operator. Jadi, jika misalnya pikiran anda sudah dipasang hypnotic seal oleh seseorang maka ke manapun anda pergi, siapapun orang yang akan menghipnosis anda, selain si operator, pasti akan gagal. Mereka tidak akan pernah bisa menghipnosis anda.

Manfaat Hypnotic Seal.

Memasang Hypnotic Seal sudah tentu ada dampak negatif. Jika hypnotic seal dipasang oleh hipnotis atau hipnoterapis yang dikuasai ego, yang ingin berkuasa atas atau mengendalikan kliennya maka akan sangat merugikan klien. Ada segel yang membuat seseorang tidak bisa dihipnosis oleh orang lain selain si pemasang segel. Kalau sudah begini, saat klien membutuhkan bantuan dari terapis lainnya, saat terapis lain  berusaha melakukan hipnosis, klien tidak akan bisa masuk ke kondisi hipnosis. Ini sudah tentu sangat merugikan diri klien.

Segel yang kita pasang tentu bisa di buka. Jika di komputer kita bisa meng-crack password maka untuk hypnotic seal juga bisa dilakukan hal yang sama.

Jenis dan Karakteristik Hypnotic Seal yang Bisa di Buka.

Secara teknis ada lima jenis hypnotic seal. Setiap seal mempunyai karakteristik yang berbeda dan sudah tentu membutuhkan cara yang berbeda untuk bisa membukanya. Di sini dibutuhkan pemahaman mengenai cara kerja pikiran, sugesti, dan level kedalaman trance untuk bisa membuka hypnotic seal yang terpasang di pikiran bawah sadar seseorang.

Ada segel yang membuat seseorang tidak bisa dihipnosis. Ada yang membuat seseorang tidak bisa mendengar suara hipnotis/hipnoterapis selain si operator. Ada juga segel yang membuat seseorang, begitu masuk ke kondisi trance, tidak akan bisa keluar atau bangun kecuali dibangunkan oleh si pemasang segel. Bisa anda bayangkan apa yang akan terjadi bila seseorang dihipnosis lalu, karena efek dari hypnotic seal, ia tidak bisa bangun atau keluar dari kondisi hipnosis, kecuali dibangunkan oleh si operator atau si pemasang segel.

Langkah awal untuk bisa membuka segel adalah dengan mengenali segel jenis apa yang terpasang di pikiran klien. Selanjutnya terapis “hacker” ini menggunakan teknik yang sesuai untuk meng-crack password dari hypnotic seal itu.*****

Hypnosis SHOT-Indonesia: “PROSES INFORMASI MASUK”


Hypnosis SHOT-Indonesia:

“PROSES INFORMASI MASUK

Oleh:

Dr. Gumilar, S.Pd.,MM

Proses Masuknya Informasi yang Berasal dari Luar Diri Kita Hingga Menjadi Memori yang Tersimpan di Bawah Sadar.

Karena begitu banyaknya bit informasi yang diterima seseorang, ada sekitar 2.000.000 bit, maka pikiran sadar perlu melakukan filter berdasarkan kriteria berikut:

  1. Informasi yang paling kuat atau berpengaruh;
  2. Informasi yang berhubungan dengan keselamatan hidup (menurut pemikiran pikiran bawah sadar) atau;
  3. Aspek yang sejalan dengan preferensi sistem sensori anda (visual, auditori, atau kinestetik) . Kita cenderung lebih memperhatikan salah satu aspek daripada yang lainnya.

Stimulus adalah informasi apa saja yang masuk melalui panca indera, atau yang dihasilkan oleh pikiran sendiri, bisa berasal dari suatu memori atau suatu skenario pemikiran.

Setelah proses saringan awal selesai dilakukan, informasi tiba di bagian otak yang dinamakan thalamus. Thalamus bertugas mengirim “bahan mentah” informasi ke bagian otak yang bertugas memproses informasi sesuai dengan komponennya, misalnya warna, kontras, gerakan, suara, dan lain sebagainya.

Satu hal menarik yaitu saat bagian otak, setelah menerima dan memproses tiap komponen informasi, mengirimnya kembali ke thalamus, ternyata informasinya telah bertambah sekitar 80% lebih banyak daripada saat pertama kali diterima. Otak ternyata telah menambahkan lebih banyak informasi daripada saat pertama kali informasi itu diterima. Hal ini berarti 80% dari persepsi kita terhadap suatu informasi adalah hasil rekayasa kita sendiri, bukan apa informasi itu adanya.

Dengan kata lain diri kitalah yang sebenarnya menentukan apa yang kita persepsikan, dan persepsi bergantung pada pembelajaran atau pengalaman sebelumnya. Saat kita melihat sebuah pensil kita mengenalinya sebagai sebuah pensil karena kita telah melihat pensil sebelumnya. Jika pensil yang sama kita tunjukkan pada anak kecil, yang sebelumnya sama sekali belum pernah melihat atau tahu tentang pensil, maka anak ini besar kemungkinannya akan mencoba berbicara, mencium, menggigit, merasa, atau mencoba mematahkannya.

Asal Informasi Tambahan 80%
Semuanya berasal dari hasil pembelajaran kita mulai kecil hingga dewasa. Sejak kita lahir kita telah membangun model dunia yang kita gunakan untuk menjalani hidup kita. Model ini menentukan pemahaman kita bagaimana dunia sekitar kita berjalan dan bagaimana kita bisa menjelajahi dunia dengan aman dan selamat. Kita menggunakan model ini sebagai peta navigasi dalam menelusuri belantara kehidupan.

Saat dewasa kita merasa yakin telah berhasil membangun peta dunia yang kita gunakan untuk menjalani hidup yang berhasil. Banyak orang gagal atau sulit sekali berhasil karena mereka menggunakan peta yang tidak akurat. Peta yang sudah kuno dan tidak pernah di-update.

Kita sering salah karena menganggap peta adalah realita. Albert Korzybski dengan sangat bijak menyatakan, dalam Science and Sanity, “The map is not the territory it represents”.

Bandler dan Grinder, dalam The Structure of Magic (vol 1) menjelaskan dengan sangat bagus bagaimana kita mengatur pengalaman atau apa yang kita alami hingga akhirnya menjadi peta dunia kita. Mereka menyebutnya dengan “universal processes of human modelling” yaitu “deletion”, “distortion”, dan “generalisation”.

Deletion adalah proses di mana filter pikiran kita “menghapus” informasi yang dirasa atau dipersepsi tidak penting atau relevan sebelum informasi itu sampai di pikiran sadar atau kita sadari. Dengan kata lain, hanya informasi yang dirasa bermanfaat atau relevan saja yang bisa masuk ke wilayah kesadaran kita.

Contohnya, saat ini, saat anda membaca artikel ini, anda pasti tidak menyadari suara halus dari ruangan sebelah anda. Atau anda tidak merasakan sensasi tubuh anda yang saat ini sedang menyentuh keyboard komputer. Nah, baru setelah saya menyatakan hal ini maka anda sekarang menyadari sensasi (informasi) yang tadinya tidak anda sadari karena dianggap tidak penting atau relevan.

Bisa anda bayangkan bagaimana repotnya kita jika semua informasi atau sensasi itu masuk ke pikiran sadar tanpa disaring terlebih dahulu?

Aldus Huxley menulis dalam The Doors of Perception, “Experience has to be funnelled through the reducing valve of brain and nervous system. What comes out the end is a measly trickle of the kind of consciousness which help us to stay alive on the surface of this particular planet.

Distortion adalah kondisi di mana kita tidak melihat sesuatu apa adanya namun lebih berdasarkan ekspektasi tertentu sehingga apa yang kita lihat akan terpengaruh sedemikian rupa agar sejalan atau sesuai dengan model dunia yang ada di pikiran kita.

Contohnya begini. Pernahkah anda bertemu dengan seorang teman dan tidak menyadari bahwa teman anda ini baru mengubah warna cat  rambutnya? Baru setelah beberapa saat anda mulai menyadari ada yang lain dengan teman anda ini. Dan selang beberapa saat barulah anda benar-benar sadar atau tahu bahwa warna cat rambut kawan anda telah berubah.

Dalam studi mengenai persepsi dikenal istilah Difference Threshold yaitu jumlah stimulasi minimal yang dibutuhkan sistem saraf pusat untuk mengenali perbedaan di antara dua stimuli yang berbeda -  misalnya bagaimana wajah anak anda yang sudah beberapa bulan tidak bertemu, saat sekarang anda bertemu dengannya bagaimana wajah anak anda berdasarkan memori anda sebelumnya.

Generalisation adalah dasar dari proses pembelajaran. Dengan generalisasi kita melakukan pencarian pola tertentu saat kita berinteraksi dengan lingkungan dan orang lain. Generalisasi bekerja dengan tiga algoritma dasar berikut:

A = B artinya hal yang satu ini sama dengan hal yang itu.
A ≠ B artinya hal yang satu ini tidak sama dengan hal yang itu.
C -> E artinya hal ini mengakibatkan terjadinya hal itu. Ini dikenal dengan hukum “Sebab-Akibat”

Generalisasi sangat membantu hidup kita. Bila kita sudah bisa  mengendarai mobil,  maka apa yang terpasang di mobil itu yang bentuknya bisa macam-macam, kita tahu mobil itu bisa dikendarai. Kita hanya mempelajari sebagian kecil  apakah mobil itu dan bagaimana cara kerjanya. Ini adalah mobil  dan kita tahu cara kerjanya.

Namun generalisasi juga akan membuat diri kita susah jika kita tidak menyadari kelemahannya. Para psikolog melakukan eksperimen pada 100 orang. Subjek penelitian dimasukkan ke dalam suatu ruangan dan diminta untuk keluar dari ruangan ini melalui satu pintu. Semua subjek penelitian mencoba membuka pintu dengan cara memegang handle lalu mendorong atau menariknya. Pintu tidak bergerak sama sekali. Mereka menyimpulkan bahwa pintu terkunci.

Padahal pintu itu dirancang dengan posisi engsel berada di sisi yang sama dengan handle pintu. Jadi, yang perlu dilakukan adalah dorong pintu di sisi satunya maka pintu pasti akan terbuka.****

Badan Narkoba Kabupaten (BNK) Ciamis: “AWAS BAHAYA NARKOBA “


Badan Narkoba Kabupaten (BNK) Ciamis:

“AWAS BAHAYA NARKOBA “

Tampak di Gambar Agus Winarman, SH, Ketua Pelaksana Harian BNK Kab. Ciamis Sedang Menjelaskan Kawasan Bebas Asap Rokok, Narkoba, dan Penyakit Menular Seksual (PMS) di Pondok Pesantren Nurul Firdaus

CIAMIS (21/08/2011). Untuk memberikan pemahaman dan memotivasi masyarakat ikut berpartisipasi dalam menanggulangi permasalahan pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, (P4GN),  salah satunya melalui pelaksanaan kegiatan Penyuluhan Kawasan Sehat Tanpa Asap Rokok  dan Penyuluhan Penanggulangan Bahaya Narkotika dan PMS di Sekolah, Badan Narkotika (BNK) Kabupaten Ciamis bekerjasama dengan Pondok Pesantren Nurul Firdaus-Panumbangan melaksanakan “Seminar Gratis” untuk Pelajar, Mahasiswa, Santri, Ustad/zah, Guru dan Masyarakat Umum bertempat di Pondok Pesantren Nurul Firdaus (Minggu,21/08/2011). Acara dihadiri oleh Ohan Hidayat, Anggota DPRD Kab. Ciamis, Ketua MUI, Danramil, UPTD Pendidikan, Kepala UPTD Puskesmas dan tokoh masyarakat.

AGUS WINARMAN, SH (Ketua Pelaksana Harian BNK Kab. Ciamis)

Ketua Pelaksana Harian Badan Narkotika Kabupaten Ciamis, Agus Winarman, SH., dalam acara pembukaan menyampaikan bahwa: “Penyuluhan Kawasan Sehat Tanpa Asap Rokok  merupakan salah satu program dan kegiatan Pelaksana Harian BNK Ciamis dalam upaya menciptakan kawasan sehat tanpa asap rokok serta meningkatkan pengetahuan tentang bahaya asap rokok.”

Agus juga menyampaikan bahwa Penyuluhan Penanggulangan Bahaya Narkotika dan PMS di Sekolah dan Pondok Pesantren merupakan salah satu program kegiatan Pelaksana Harian BNK Ciamis pada tahun Anggaran 2011, dalam upaya meningkatkan pengetahuan pemahaman, dan kesadaran siswa, mahasiswa, tenaga pendidik, keluarga dan masyarakat terhadap bahaya  penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Seminar Kawasan Sehat Tanpa Asap Rokok  akan dilaksanakan pada dua tempat dalam waktu yang berbeda untuk hari Minggu,21 Agustus  2011, di Pesantren Nurul Firdaus Desa Kertaraharja, Kec. Panumbangan, jumlah peserta 250 Orang Pelajar, Pemuda dan Masyarakat. Sedangkan untuk kegiatan seminar Penanggulangan Bahaya Narkotika dan PMS di Sekolah akan dilaksanakan pada hari Jum’at, 19 Agustus  2011, di SMK Negeri 1 Cijulang Kec. Cijulang.

Dalam acara ini yang hadir menyampaikan materi meliputi dari Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan, Tokoh Masyarakat, Unsur POLRI dan BNK Ciamis dan Pimpinan Umum Ponpes Nurul Firdaus.

Dr. Gumilar, S.Pd.,MM (Pimpinan Umum Ponpes Nurul Firdaus)

Dalam acara sambutannya Dr. Gumilar, S.Pd.,MM, selaku Pimpinan Umum Pondok Pesantren Nurul Firdaus mengungkapkan tentang bahaya merokok, narkoba dan hukum merokok menurut pandangan Agama Islam, serta cara jitu berhenti kecanduan narkoba dan rokok.

“Kami sedang mengembangkan Hypnosis SHOT (Spiritual HypnOtivation Therapy) yang diantaranya program untuk rehabilitasi kecaduan asap rokok dan narkoba melalui hypnotherapi. Sebagian besar pasien yang melakukan pengobatan alternatif ini telah membuahkan hasil yang cukup signifikan” kata Gumilar.

Gumilar merasa sangat prihatin sekali melihat jumlah perkembangan pecandu merokok dan pecandu narkoba semakin meningkat di kalangan anak remaja. Hal ini disebabkan peredaran rokok dan narkoba sangat mudah di dapatkan dari peredaran gelap pasar narkoba. Bahkan di Indonesia sudah bergeser dari negara konsumen menjadi negara produsen narkoba.

OHAN HIDAYAT (Anggota DPRD Kab. Ciamis)

Dalam kesempatan yang sama Ohan Hidayat, Anggota DPRD Kab. Ciamis menyatakan memerangi pengedar narkoba cukup sulit, hal ini diperlukan kerjasama yang baik semua komponen masyarakat untuk memperkecil ruang gerak peredaran narkoba di lingkungannya masing-masing.

Di tengah acara peserta seminar diberikan kesempatan untuk menyaksikan demonstrasi teknik hypnotherapi untuk pecandu rokok, , disampaikan oleh Rohdian Al-Ahad, CH., CHt. (Hypnosis SHOT Indonesia) dan Abu Bakar bin Mansur, CH.,CHt. (Presiden Hypnosis SHOT-Indonesia Chapter Malaysia).

Sebelum acara seminar di mulai terlebih dahulu dilaksanakan pengajian manakiban sekaligus pembukaan Pesantren Kilat untuk Remaja yang  diselenggarakan oleh Ikatan Remaja Mesjid. Di penghujung acara diakhiri dengan acara tanya jawab dengan peserta yang hadir. (gmlr).***